Mahasiswa FK Unair saat kuliah tatap muka yang langsung berhadapan dengan pasien di RSU dr Soetomo, Rabu (8/9/2021). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Elsa Stephania, dokter muda (DM)2, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) senang bukan main akhirnya bisa kuliah tatap muka (luring).

Kuliah tatap muka itu bukan lagi hanya berhadapan dengan dosen, melainkan dengan pasien secara langsung. Elsa dan beberapa temannya memang harus menempuh kuliah praktikum di rumah sakit. Dia kebetulan bertugas di Poli Obgin RSU dr Soetomo Surabaya.

Walau harus mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan antribut pakaian sesuai standar yang ditetapkan namun Elsa mengaku senang. “Bisa mempraktikkan teori yang saya dapat secara online hampir dua tahun ini secara langsung pada pasien,” ujarnya ketika ditemui di Poli Obgin, RSU dr Soetomo Surabaya, Rabu (8/9/2021).

Elsa dan teman-temannya hampir dus tahun menempuh kuliah online karena pandemi Covid-19. Tapi, karena kondisi yang semakin kondusif, dia bisa praktik secara langsung di rumah sakit.

Elsa mengaku praktik secara langsung membuatnya semakin yakin bahwa dia memang sedang menempuh pendidikan untuk menjadi seorang dokter. Menjadi seorang dokter, bukan hanya memiliki otak yang cerdas tapi juga harus piawai, cekatan dan piawai dalam menangani pasien.

“Teori dan praktik harus berimbang. Praktik seperti ini membuat kami akan semakin cakap dalam menangani pasien,” tukasnya.

Para mahasiswa DM2 ini disebar di beberapa bagian di RSU dr Soetomo dan RS Unair sejak Senin (6/9/2021). Dibukanya kembali pembelajaran tatap muka ini sudah melalui  pertimbangan matang. Salah satunya adalah angka positif Covid-19 yang mulai melandai di Indonesia dan di Surabaya khususnya.

Koordinator Prodi Profesi Kedokteran FK Unair, Dr dr Mia Ratwita Andarsini, SpA(K) mengatakan awalnya pembelajaran DM2 secara luring ini sudah direncanakan dibuka kembali pada  Juli lalu. Namun karena terjadi lonjakan kasus Covid-19 varian delta, pembelajaran diundur hingga September ini.

“Tatap muka bagi DM tentu penting untuk memenuhi kompetensi dalam keterampilan klinis profesi dokter. Namun karena kondisi tidak memungkinkan kami undur hingga bulan ini. Karena yang terpenting adalah keselamatan mahasiswa, dosen dan semuanya,” terangnya.

Pembelajaran tatap muka DM2 ini diikuti 101 mahasiswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yakni Kelompok A dan kelompok B. Awalnya akan dilaksanakan berurutan.. Dimulai dari Kelompok A  dari tanggal 6 September hingga 5 November 2021. Kemudian dilanjutkan dengan Kelompok B pada 8 November sampai 5 Januari.

Namun setelah melalui diskusi dengan wali mahasiswa, akhirnya diputuskan bahwa pembelajaran  kelompok A dan B digelar bergantian. Karena dikhawatirkan  anaknya tidak bisa merasakan pembelajaran tatap muka pada pasien  jika suatu saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 lagi.

“Kami mengakomodir permintaan orang tua. Untuk DM2 akhirnya kami selang-seling (rotasi, Red) tiap tiga minggu dengan wajib melakukan pemeriksaan Swab Antigen pada awal masuk,” terangnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry