KEDIRI | duta.co -Delapan dari sembilan puskesmas di Kota Kediri berhasil memenuhi target komitmen pelayanan JKN-KIS pada Tahun 2018. Pernyataan ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan KC Kediri, dr. Yessi Kumalasari pada pertemuan Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan ( KBK) 2019 diselenggarakan di Kantor BPJS Kesehatan KC Kediri.

“Tahun ini sudah baik. Yang belum bisa memenuhi target indikator adalah Puskesmas Balowerti dan setelah dikonfirmasi itu disebabkan karena banyak kunjungan yang tidak terdokumentasi, bukan karena kunjungan atau pemanfaatan yang jarang, jadi sudah baik,” terangnya.

Kemudian untuk puskesmas di Kabupaten Kediri, 12 dari 37 sudah memenuhi indikator komitmen secara penuh dan untuk wilayah Nganjuk, sebanyak 6 puskesmas dari 20 juga sudah penuhi indikator.

Diterangkan dr. Yessi, pada Tahun 2017 lalu BPJS Kesehatan menerapkan pembayaran KBK. Hal ini dilakukan demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) . Melalui sistem ini, BPJS Kesehatan membayarkan kapitasi sesuai dengan pemenuhan indikator komitmen pelayanan.

“Kami membayar kapitasi sesuai dengan pencapaian Puskesmas. Secara sederhana dimensinya mencakup aksesibilitas dan pemanfaatan layanan oleh peserta, ketaatan dan kepatuhan FKTP dalam melayani peserta sesuai kompetensinya dan kesinambungan program pengelolaan penyakit kronis yang dijalankan oleh FKTP,” tuturnya.

Lebih lanjut Yessi menambahkan bila FKTP bisa memenuhi ketiganya maka kapitasi dibayarkan maksimal. Apabila ketiga indikator tidak terpenuhi sesuai target maka kapitasi yang dibayarkan adalah 90%.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adhima menyampaikan apresiasi terhadap kinerja puskesmas. Fauzan pun optimis, pada tahun berikutnya seluruh puskesmas di Kota Kediri dapat memenuhi seluruh kriteria penilaian sehingga kapitasi dapat diterima secara maksimal.

“Hasil penilaian pemenuhan KBK ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua. Kedepannya sama-sama kita optimalkan layanan dan pemenuhan seluruh indikator KBK agar dana kapitasi yang diterima dari negara dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Fauzan. (nng)