SURABAYA | duta.co – Aksi demonstrasi gabungan masyarakat sipil dan pengemudi ojek online (ojol) di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (29/8/2025), berujung ricuh. Langit di sekitar kawasan Grahadi menghitam akibat asap tebal dari puluhan motor yang terbakar.

Aksi dimulai sekitar pukul 14.41 WIB, diawali orasi massa yang mengutuk tindakan represif aparat di Jakarta yang menewaskan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang tertabrak kendaraan taktis Baracuda saat aksi demonstrasi, Kamis (28/8). Suasana yang semula kondusif berubah memanas ketika massa mencoba merangsek masuk dengan mendobrak pagar Grahadi.

Lemparan batu, batang besi, dan kembang api diarahkan ke petugas yang berjaga di dalam komplek gedung. Polisi berulang kali mengimbau massa agar tidak bertindak anarkis lewat pengeras suara, namun situasi tak terkendali. Aparat akhirnya menyemprotkan water cannon dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi.

Kericuhan menyebabkan sedikitnya puluhan unit motor yang terparkir di lingkungan Grahadi hangus terbakar. Seluruhnya merupakan kendaraan milik karyawan dan anggota Satpol PP Pemprov Jatim dan milik anggota kepolisian.

Bentrok merembet hingga ke kawasan Monumen Joko Dolog, hingga depan Balai Pemuda yang tak jauh dari lokasi awal. Aparat kepolisian menambah kekuatan dengan mendatangkan pasukan Brimob dan didukung anggota TNI untuk meredam massa. Hingga pukul 17.02 WIB, aksi perlawanan massa masih berlangsung.

Menjelang petang, situasi di Jalan Gubernur Suryo berangsur kondusif, saat massa mulai mundur, meski menyisakan kerusakan fasilitas umum serta sisa puing dari lemparan batu.(dho)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry