Akhirnya acara yang menghadirkan Rocky Gerung, Cak Anam dan Gus Irfan bisa berlangsung. (FT/Bani Aryo)

JOMBANG | duta.co – Berbeda dengan Tuban, acara Ceramah Akademik yang menghadirkan Rocky Gerung, Cak Anam (Drs H Choirul Anam) dan Gus Irfan (putra KH Yusuf Hasyim) di Jombang berjalan lancar.

Meski sempat muter-muter soal tempat, namun acara yang dinanti-nanti banyak orang, khususnya kaum milenial ini akhirnya berlangsung lancar, di Kampus C, Stikes ICME (Insan Cendekia Medika) Jl Kemuning No 57, Candimulyo, Jombang.

Acara dibesut Gerakan Millenial Indonesia (GMI) Jombang. Panitia memang sempat ditelepon Kapolres, tetapi, pihak panitia menjamin aman.

“Saya sampaikan kepada Bapak Kapolres, acara akan berjalan aman, tidak ada gejolak. Malah justru menguatkan kebangsaan kita,” demikian Dwiadi Kristianto Ketua GMI Jombang dalam sambutan awalnya.

Peserta membludak, agar bisa mengikuti acara, mereka harus rela lesehan di lantai. (FT/Hartono)

Ya! Sebelumnya tertulis di poster (woro-woro) acara berlangsung di Aula Gedung Yusuf Hasyim, Tebuireng. Kemudian berpindah ke Pabrik Gula, Cukir. Akhirnya pindah lagi ke Stikes ICME. Meski begitu, para pemuda tetap memadati lokasi acara. Bahkan tidak sedikit yang harus rela duduk di lantai. Hadir juga Drs Muntaha Apt, MM, penasehat DMI.

Cak Anam mengaku heran, mengapa sosok Rocky ditakuti? Padahal, apa yang disampaikan, justru menjadi penting bagi generasi millenial. Anak muda perlu diajak berpikir kritis, dinamis. Apalagi Rocky bisa meluangkan waktunya untuk generasi millenial Jombang.

“Dari Jombang ini lahir gerakan akal sehat. Karena dari Jombang lahir Resolusi Jihad. Dari Jombang juga banyak tokoh-tokoh yang terlibat dalam kemerdekaan republik Indonesia ini. Nah, ini mestinya diikuti generasi muda Jombang,” tegasnya.

Cak Anam juga melempar guyonan terkait gaya pemuda Australia. Mereka ke mana-mana membawa telor. Begitu ada anggota senat bicara tidak jelas, langsung dilempar telor.

“Bayangkan kalau itu ada di sini. Jika ada tokoh bicara tidak jelas, ngawur, misalnya mengatakan jika Pak Jokowi kalah maka tahlil akan dilarang, langsung saja dilempar telor,” jelasnya disambut gelak tawa hadirin.

Sementara, Rocky Gerung banyak mengkritik gaya penguasa. “Dulu para pemimpin itu kalau berdebat pakai argumen. Sekarang ini pakai sentimen. Akal sehat yang sudah menjadi tradisi bangsa, tiba-tiba hilang. Empat tahun lalu akal sehat itu ngumpet di gorong-gorong,” jelasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Sebelum acara, Rocky juga sempat mengkritisi soal izin diskusi dari polisi. Di tahun politik seperti ini, jelasnya, mestinya informasi soal politik justru di buka selebar-lebarnya. “Harusnya, semua boleh kecuali yang tidak diizinkan. Sekarang dibalik, semua tidak boleh kecuali yang diizinkan,” tegas Rocky yang baru saja menghadiri acara di Malang, Jatim. (har,muh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.