TRENGGALEK | duta.co — Sempat ditutup total akibat longsor, akhirnya ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo, dibuka kembali walau dengan sistem buka-tutup.

Longsor di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Peristiwa terjadi saat wilayah Tugu diguyur hujan selama hampir dua jam.

Kapolsek Tugu, Iptu Bambang Purwanto menjelaskan material longsor yang menutup jalan akses penguhubung antar kabupaten dan provinsi tersebut berjumlah ratusan kubik.

“Kubikannya banyak dan berupa material bebatuan yang terbanyak,” ucapnya, Selasa, (5/3/2019) di Trenggalek.

Dikatakannya, Senin (4/3) malam, pukul 20.30 WIB, guguran dari gunung yang menimpa jalan nasional tiba-tiba tumpah di jalan tersebut dengan kondisi hujan yang intensitasnya sedang.

“Ada batu berukuran besar bercampur dengan tanah yang ambrol dari tebing yang ada di samping jalan,” katanya.

Dikhawatirkan terus menerus gugur, pihaknya kemudian langsung mengambil keputusan untuk menutup jalan tersebut agar tidak ada korban jiwa.

“Karena kondisinya rawan longsor susulan, untuk sementara jalur kami tutup total,” tegasnya.

Akibat kejadian ini antrean panjang kendaraan terjadi di kedua arah. Polisi mengimbau para pengguna jalan, sepeda motor maupun mobil dari Trenggalek maupun Ponorogo untuk menghindari jalur di KM 16,7. Pihaknya menyarankan untuk mengambil jalur lain yang lebih aman.

“Kami juga sudah koordinasi dengan Polsek Sawoo Ponorogo untuk menutup yang dari arah barat. Untuk proses pembersihan longsor dimungkinkan besok pagi, kalau sekarang masih rawan,” terangnya.

Dijelaskan, sebelum terjadi longsor,wilayah Kecamatan Tugu, Trenggalek diguyur hujan deras sejak petang. Kondisi tersebut diduga menganggu stabilitas tebing sehingga terjadi longsor besar.

“Lokasi longsor kali ini berada di sebelah barat titik longsor yang sering terjadi sebelumnya. Posisinya sekitar 200 meter timurnya proyek Bendungan Tugu,” tandasnya.

Kini, masih kata Iptu Bambang, jalan tersebut telah dibuka kembali walau dengan sistem buka tutup dan jika tidak memungkinkan jalur akan ditutup total jika malam hari.

“Jika kondisi tidak memungkinkan, maka jalur ini sore akan kita tutup karena minimnya lampu penerangan jalan,” ungkapnya.

Sementara, petugas gabungan dari kepolisian dan BPBD serta Dinas PUPR setempat masih berupaya membersihkan material serta pembersihan sisa tanah yang masih lekat di aspal jalan itu.

“Kita amankan jalan ini dan petugas dari instansi lain juga sedang membersihkan ratusan kubik material,” pungkasnya. (dik/ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.