Ketua STIE Perbanas Yudi Sutarso (kanan) bersama lukusan terbaik Rizal Efendi usai prosesi wisuda secara online, Sabtu (19/9/2020). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – STIE Perbanas Surabaya untuk pertama kalinya menggelar wisuda secara virtual, Sabtu (19/9/2020). Sebanyak 327 wisudawan dikukuhkan Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr Yudi Sutarso.

Wisudawan itu terdiri dari 12 orang dari program studi Magister Manajemen, 107 orang prodi S1 Akuntansi, 177 orang dari S1 Manajemen, 29 orang S1 Ekonomi Syariah dan 2 orang dari D3 Akuntansi.

Para lulusan itu seharusnya diwisuda pada Juli 2020 lalu, tapi karena pandemi Covid-19, ditunda ke September dengan harapan September, kasus Covid-19 sudah mereda.

“Tapi nyatanya masih tinggi kasusnya. Padahal wisuda harus tetap kami lakukan. Karena pertimbangan kesehatan dan keselamatan, kami gelar secara virtual,” ujar Yudi usai prosesi wisuda.

Prosesi wisuda memindahkan tali topi toga dari kiri ke kanan dilakukan Ketua hanya pada perwakilan wisudawan khususnya wisudawan terbaik dari masing-masing prodi.

Mereka sengaja diundang khusus  bersama orang tua  karena masih memungkinkan hal tersebut dilakukan. Sedangkan lulusan lain prosesi dilakukan sendiri dari rumah masing-masing sesuai dengan nomor urut yang disebutkan pembawa acara.

“Semua wisudawan menggunakan pakaian lengkap seperti layaknya wisuda offline. Hanya lokasinya yang berbeda,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua juga menyematkan penghargaan untuk wisudawan terbaik. Bagi wisudawan S1 Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Syariah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke prodi S2 Manajemen.

Wisudawan terbaik dari prodi S1 Akuntansi dan juga terbaik dari seluruh wisudawan adalah Rizal Efendi. Rizal yang ditemui usai wisuda mengaku senang, apa yang diimpikan bisa diraihnya.

Karena selama ini, Rizal mengaku sangat ingin menjadi lulusan terbaik dari prodi yang dipilihnya. Karena itu, atas saran dosen, Rizal giat mengikuti  berbagai ajang olimpiade akuntansi baik nasional maupun internasional. Dari 27 lomba yang diikutinya, ada 12 piala diraihnya.

Tak heran jika sebelum lulus, Rizal sudah diterima bekerja sebagai auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) di Surabaya. Bahkan, Rizal diterima kerja di saat banyak karyawan dirumahkan karena pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah. Dan ternyata kerja keras selama kuliah membuahkan hasil maksimal,” ujar pemilik indek prestasi komulatif (IPk) 3,85 ini. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry