NU Gresik sering menjadi percontohan, termasuk lembaga pendidikannya. (FT/nu.or.id)

GRESIK | duta.co – Pengajuan usulan dana hibah dari Pengurus Cabang (PC) LP Ma’arif Gresik, sempat dicoret sepihak oleh Pemkab Gresik dalam APBD Gresik tahun 2020. Kini usulan itu wajib masuk dalam perubahan APBD (P-APBD) Gresik tahun 2020. Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani setelah disambati oleh PC LP Ma’arif Gresik.

“Bisa dimasukkan dalam P-APBD 2020 nanti. Kita sudah komunikasi dengan pengurus PC LP Ma’arif Gresik kalau nanti kita akan masukkan dalam P-APBD 2020,” ungkap Gus Yani- sapaan akrab  Fandi Akhmad Yani, Kamis (28/11) kemarin.

Bukan hanya itu, hibah untuk PCNU Gresik yang digunakan untuk peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2020, juga bakal dimasukkan dalam P-APBD Gresik tahun 2020. Sebab, anggaran untuk HSN selama ini, masuk dalam kegiatan di Bagian Kesra Pemkab Gresik.

“Iya, termasuk hibah untuk PCNU Gresik,” tandas dia.

Hal senada dikatakan Ketua F-PKB DPRD Gresik, Abdul Qodir yang kaget ketika pembahasan R-APBD 2020, Dinas Pendidikan (Disdik) mengaku tak berani mencairkan dan mencoret usulan hibah untuk PC LP Ma’arif Gresik.

“Alasannya, LP Ma’arif sudah menerima hibah setiap tahun. Padahal, hibah yang dimaksud untuk lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif. Sedangkan LP Ma’arif secara organisasi belum ada hibah selama beberapa tahun. Makanya, saya ikut menjelaskan juga kepada kepala Disdik (Mahin) supaya memahami LP Ma’arif secara kelembagaan dan LP Ma’arif sebagai organisasi,” ungkap dia.

Karena sudah dicoret dan tak masuk dalam APBD 2020, kata dia, maka dewan tidak bisa memaksa eksekutif untuk memasukkannya. Tetapi diharapkan pada P-APBD tahun 2020, hibah untuk LP Ma’arif bisa masuk dan diberikan. Karena dana itu sangat penting untuk LP Ma’arif, sebuah lembaga pendidikan NU yang selama ini memberikan kontribusi luar biasa terhadap dunia pendidikan. pii

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry