Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga. Muhammad Faiq Windraya Wiradinata, meraih perak Kejuaraan Nasional Jujitsu "SLC Cup" 2026. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Prestasi membanggakan kembali datang dari bidang non-akademik di lingkungan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga.

Muhammad Faiq Windraya Wiradinata, mahasiswa program studi S-1 Kedokteran, berhasil menyabet Medali Perak (Silver Medal) dalam Kejuaraan Jujitsu Tingkat Nasional bertajuk “SLC Cup” Antar Dojo Se-Indonesia. Kompetisi bergengsi ini berlangsung pada 4-5 April 2026 di Fairwaynine Mall, Surabaya.

Dedikasi di Balik Latihan Keras

Keberhasilan Faiq tidak diraih secara instan. Sejak dimulainya perkuliahan semester genap pada Februari lalu, ia telah mengikuti Training Camp intensif yang diselenggarakan oleh UKM Jujitsu UNAIR. Pola latihan yang dijalani tergolong sangat disiplin, yakni dua kali sehari dengan frekuensi enam kali seminggu.

“Sesi pertama dimulai dengan weightlifting di gym, kemudian dilanjutkan dengan latihan teknik di dojo selama kurang lebih tiga jam setiap malam,” ungkap Faiq. Di tengah padatnya jadwal perkuliahan kedokteran yang menuntut atensi tinggi, ia mengakui bahwa manajemen waktu menjadi tantangan terbesar. Ia harus memaksimalkan fokus di dalam kelas agar tetap bisa mengimbangi materi perkuliahan meski waktu belajar mandiri di rumah sangat terbatas.

Pantang Menyerah Meski Terhalang Cedera
Perjuangan Faiq di babak final harus terhenti secara dramatis. Pada menit pertama pertandingan pamungkas, ia mengalami dislokasi bahu yang memaksa wasit untuk menghentikan laga demi keselamatan atlet. Meski harus puas dengan medali perak dan saat ini sedang menjalani rehabilitasi untuk cedera rotator cuff, semangatnya tidak padam.

“Saya yakin setelah cedera ini, saya akan kembali lebih kuat dan membawa pulang medali emas untuk UNAIR pada kesempatan berikutnya,” tegasnya dengan optimisme tinggi. Ia juga menambahkan bahwa faktor utama keberhasilan ini adalah latihan keras, mentalitas juara, serta resiliensi tim Jujitsu UNAIR yang solid.

Dukungan Institusi dan Makna Prestasi

Pencapaian ini juga merupakan buah dari dukungan berbagai pihak di universitas. Faiq memberikan apresiasi kepada Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) atas bantuan dana, serta universitas yang memfasilitasi tempat latihan dan kebijakan operasional Student Center selama bulan Ramadan.

Selain itu, pihak Fakultas Kedokteran turut berperan dalam memberikan kelonggaran perizinan akademis saat proses timbang badan dan technical meeting.

Bagi Faiq, prestasi ini adalah bukti nyata perkembangan fisiknya sekaligus kedewasaan mental. Ia juga berharap pencapaian ini dapat membuka mata institusi bahwa mahasiswa kedokteran mampu berprestasi di bidang non-akademik, khususnya keatletan.

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup ceritanya, Faiq menitipkan pesan inspiratif bagi rekan-rekan sesama mahasiswa. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan masa muda saat kondisi fisiologis tubuh sedang berada di puncak performa.

“Gunakanlah jendela waktu yang singkat ini untuk melakukan hal-hal yang kalian cintai. Jika tidak fokus berprestasi sekarang, kesempatan untuk mencapai performa maksimal mungkin tidak akan datang kembali,” tutupnya.

Pencapaian Muhammad Faiq Windraya Wiradinata ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa FK UNAIR lainnya untuk terus mengeksplorasi potensi diri, baik di dalam maupun di luar bidang medis. bbs

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry