CAKADA : Habib .SH, Syaifudin, Munjahid, Masykuri, Eko Ediyono dan Sapta Andaruiswara telah mengambil formulir di DPC PDIP Kabupaten Kediri (istimewa.duta.co)

KEDIRI|duta – Mengutip pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto pada Jumat kemarin, dijelaskan bahwa PDI Perjuangan mulai membuka pendaftaran bakal Calon Kepala Daerah (Cakada) dalam Pilkada Serentak digelar tahun depan.

Berdasarkan rilis dikeluarkan KPU Kabupaten Kediri berdasarkan PKPU No. 15 Tahun 2019 tentang Tahapan Pemilihan Kepala Daerah, disampaikan Nanang Qosim, Komisioner Bidang SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU, bahwa pelaksanaan tersebut digelar pada 23 September 2020.

Enam Formulir Cakada

CAKADA : Para Relawan SB saat datang di Kantor DPC PDIP Kabupaten Kediri (Muhamad Mahbub/duta.co)

Atas tahapan ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri telah membuka penjaringan dan pendaftaran, hal ini disampaikan anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), Tri Efendi.

“Sudah ada enam orang, yang pertama Pak Masykuri, Pak Habib, Pak Syaifudin, Pak Mujahid, Pak Eko Ediyono dan Pak Sapta,” jelasnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu (7/9) siang.

Diterangkan Tri Efendi, bahwa partainya tidak mempunyai batasan, berapa pun yang mengambil formulir. “Selanjutnya kami lakukan verifikasi, pendaftaran dimulai sejak tanggal 5 dan berakhir tanggal 14 besok. Target kami kemenangan, artinya dikuasai oleh PDI Perjuangan memang PDI adalah partai pemenang,” terangnya.

Bila melihat ke-enam orang telah mengambil formulir pendaftaran, tentunya adalah para tokoh selama ini dikenal dalam dunia politik dan pemerintahan di Kabupaten Kediri.

Relawan Semangat Baru

CAKADA : Para Relawan SB saat datang di Kantor DPC PDIP Kabupaten Kediri (Muhamad Mahbub/duta.co)

Namun tanpa disangka, ada kejadian menarik saat sejumlah orang mengatasnamakan relawan dan perwakilan masyarakat mendatangi kantor partai berlogo banteng moncong putih ini.

“Tadi itu adalah tim relawan SB,  mereka ingin mengambilkan formulir untuk Pak Slamet Budiono. Untuk mengambil, yang jelas di PDI Perjuangan ada mekanisme atau aturan harus patuhi. Selain tahapan harus terpenuhi, yang bersangkutan harus datang sendiri. Tidak boleh diwakilkan bahkan dikuasakan pun juga tidak boleh,” ungkap Tri Efendi.

Menurutnya, demi kepentingan internal, partai mendidik bilamana seorang pemimpin datang sendiri dan tanggung jawab, dengan tidak menyusahkan orang. “Otomatis itulah pemimpin seorang leadership yang bagus, ibaratnya kita menyampaikan yang kemarin, Wabup saja sendiri tidak boleh diwakilkan harus datang sendiri,” terangnya.

Dikonfirmasi atas kehadirannya, Didik Setiawan .SH, mewakili Relawan Semangat Baru (SB) menyampaikan, bahwa diketahui bersama, sosok Slamet Budiono berada di urutan atas pada sejumlah polling. Aliran dukungan terus bertambah dari sejumlah masyarakat hingga ke pelosok.

“Kehadiran kami intinya Relawan SB, mendorong beliau agar maju dalam Pilkada Kabupaten Kediri. Kita tahu bersama hasil polling di sejumlah lembaga, beliau menduduki urutan teratas. Namun aturan di PDIP, kandidat harus datang sendiri dan kami tidak mampu berbuat apapun,” jelasnya.

Padahal rencananya, setelah mengambil formulir, para relawan SB ini akan meminta Slamet Budiono untuk mengisi dan melengkapi, kemudian akan dikembalikan mereka. Namun bila memang serius maju, sejumlah pembangunan yang berdampak langsung ke masyarakat akan segera terealisasi.

“Salah satunya mimpi warga Kediri, ingin memiliki bandar udara, dan kini telah disetujui Presiden Joko Widodo dengan dijadikannya proyek nasional. Kita ketahui bersama keberadaan bandara ini, tidak lepas dari peran Pak SB.

Meski pihak pemerintah daerah telah beberapakali melakukan survey dan studi banding, namun tak juga terbukti,” jelas salah satu Relawan SB. (rci/bub/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry