Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Hartono, saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional yang digelar di Aula FKIP Universitas WR Supratman (Unipra).

‎SURABAYA | duta.co – Keamanan data di era bisnis digital mendapat sorotan dari anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Hartono, saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMABIS) Universitas WR Supratman (Unipra), Rabu (14/1/2026).

‎Dalam pemaparannya, Hartono menyebut bahwa ancaman terhadap keamanan data tidak semata-mata berasal dari serangan eksternal, melainkan justru banyak dipicu oleh perilaku keseharian masyarakat dalam bermedia sosial.

‎”Nah, memang teknologi itu ada resiko keamanan data dan resiko-resiko lainnya, tetapi bukan berarti kita harus paranoid terhadap teknologi itu juga,” ujarnya.

‎Oleh karena itu, Hartono menegaskan bahwa penggunaan teknologi harus dibarengi dengan pemahaman terhadap potensi dampak buruk yang ditimbulkan.

‎”Nah. Makanya, sekali lagi saya menekankan bahwa kita menggunakan teknologi tetapi kita tetap harus aware, harus perhatian terhadap data yang kita gunakan,” tegasnya.

‎Sementara saat disinggung terkait pembentukan payung hukum seperti peraturan daerah (perda), Hartono menyebut bahwa regulasi terkait perlindungan data pribadi sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

‎”Nah, kalau payung hukum belum cuman kita lebih banyak sekarang itu bukan masalah bahayanya teknologi tetapi bagaimana memanfaatkan teknologi itu untuk mendukung peningkatan perekonomian di Jawa Timur,” katanya.

‎Tak hanya itu, ia juga menyoroti kasus kebocoran data pribadi yang terjadi selama ini bukan disebabkan oleh kelemahan teknologi, melainkan lebih banyak berasal dari faktor sumber daya manusia (SDM) dalam menjaga keamanan data pribadinya.

‎”Sekali lagi saya sampaikan, selama ini permasalahan besar itu timbul bukan dari pembobolan secara teknologi tapi dari sisi SDM dan perilaku konsumen sendiri,” katanya.

‎Ia juga mencontohkan, kasus dugaan pembobolan data rekening dana nasabah (RDN) Panca Global Kapital di PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Menurut Hartono, kasus tersebut lebih disebabkan oleh kelalaian individu yang tidak memiliki kesadaran terhadap pentingnya keamanan data.

‎”Kalau saya amati itu bukan kegagalan teknologi tapi itu perilaku individu yang tidak aware terhadap keamanan data. Sehingga yang seperti itu pondasi merugikan masing-masing. Bank pun kan sebenarnya juga akhirnya terdampak meskipun kesalahannya saya lihat bukan ada di sisi banknya kalau melihat kronologisnya loh ya,” ungkapnya.

‎Saat disinggung terkait aspek pengawasan, Hartono menegaskan bahwa DPRD tidak memiliki kewenangan langsung dalam pengawasan teknis keamanan data, namun lebih berperan pada aspek pencegahan.

‎”Kita enggak ada sih ini kewenangan ke sana tetapi kita bukan kepada sisi pengamanan ketika sudah terjadi, tapi kita mendorong bagaimana pencegahan Itu yang kita lakukan, Bagaimana teknologi ini tetap bisa dimanfaatkan tapi minim resiko,” jelasnya.

‎Untuk itu, Hartono berpesan agar masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap perlindungan data pribadi sebagai aset yang sangat berharga seperti mengubah pasword yang spesifik, serta sering di-update secara berkala password-nya.

‎”Jadi kita harap masyarakat juga semakin peduli bahwa data itu aset itu bisa potensi bahaya kalau kita tidak peduli terhadap data kita sendiri,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) Administrasi Bisnis (Adbis) Muthowif, menyampaikan bahwa kegiatan seminar nasional tersebut berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.

‎”Alhamdulillah, berjalan dengan lancar, peserta yang hadir dari berbagai kalangan, baik dari SMA, mahasiswa baik dari kampus Unipra maupun dari luar kampus Unipra. berusaha semaksimal mempersiapkan mahasiswa lulusan siap bekerja perusahaan private maupun perusahaan publik,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Muthowif mengapresiasi kinerja panitia pelaksana serta kualitas narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut.

‎”Saya sangat mengapresiasi kepada panitia pelaksana yang telah melaksanakan kegiatan seminar ini dengan sukses, apalagi pemateri yang hadir mereka para praktisi dibidang tata kelola perusahaan dan ahli IT,” katanya.

‎Dengan demikian, Muthowif berharap kegiatan semacam ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan daya saing mahasiswa Administrasi Bisnis ke depan. “Harapan kami, mahasiswa adbis mampu bersaing dengan lulusan kampus yang lainnya,” pungkasnya. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry