SEMINAR : Foto bersama peserta, panitia dan narasumber seminar di Kampus IAIT (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI | duta.co -Ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat merupakan benih kontruksi sosial. Hal ini disampaikan oleh narasumber  Seminar Psikologi Isnan Elsam SE, Wartawan Duta Masyarakat Biro Kediri di hadapan para peserta di Aula Kampus Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri, Minggu (11/3).

Saat menyampaikan materi, ia mengatakan bahwa ketimpangan tersebut terjadi akibat kesadaran masyarakat yang terus melanggengkan diskriminasi. Namun, diskriminasi demikian jarang disadari oleh para pelaku.

“Ketimpangan sosial tersebut selalu menjadikan perempuan sebagai korban. Menjadikan perempuan tidak memiliki hak yang sama di kehidupan sosialnya. Padahal yang tertera dalam pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, persamaan hak seluruh warga negara tanpa kecuali,” terangnya.

Ia juga menyayangkan, kondisi keterwakilan perempuan dalam bidang politik masih minim. Menurutnya perempuan juga harus ada turut andil menentukan kebijakan publik.

“Selama keterwakilan perempuan dalam politik masih minim, kebijakan politik akan terus berpihak pada laki-laki. Pun kasus perkosaan, perempuan selalu disalahkan, padahal otak laki-laki itu yang perlu dibersihkan,” tegasnya.

Salah satu peserta seminar Nur Karimah dari Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Putri Lirboyo Kediri mengaku belum pernah menerima materi seperti ini. Ia justru termotivasi untuk meningkatkan skill kaum perempuan.

“Ini merupakan ilmu baru yang saya terima. Bisa menambah motivasi saya untuk lebih meningkatkan kualitas perempuan dan bisa berperan penting di hadapan publik,” katanya.

Selain itu, dengan materi ini ia sadar bahwa perempuan tak selamanya harus dinomorduakan atas laki-laki. “Perempuan harus segera bangkit dari keterpurukan,” pungkasnya.(ian/nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.