
MALANG | duta.co — Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan Arif Fahrullah menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan perguruan tinggi. Hal ini disampaikan dalam kunjungan dan diskusi strategis yang berlangsung di Universitas Negeri Malang (UM).
Dalam kesempatan tersebut Prof Zudan mengapresiasi fasilitas yang disediakan UM sebagai tuan rumah pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia menilai, kampus memiliki peran strategis dalam membantu negara memilih kader terbaik yang akan mengisi berbagai posisi penting di pemerintahan.
“Ini bukti bahwa perguruan tinggi memegang peran kunci dalam pengembangan SDM nasional,” ujarnya, Kamis (15/05).
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya kerja sama antara BKN dan perguruan tinggi dalam melakukan talent scouting dan pengembangan aparatur, termasuk peluang studi lanjutan bagi ASN yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Dalam konteks visi nasional, Prof Zudan menegaskan bahwa BKN mendukung penuh pencapaian delapan cita-cita besar Presiden dan Wakil Presiden yakni Asta Cita. Diantaranya melalui penguatan kompetensi SDM lintas sektor, mulai dari teknologi, pertanian, ekonomi, hingga energi.
Kepala BKN ini juga mengingatkan pentingnya peningkatan angka partisipasi pendidikan di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa rata-rata lama sekolah baru mencapai 8 tahun, setara kelas 2 SMP, sementara negara-negara maju telah mencapai 15 tahun.
“Kalau kita bisa meningkatkannya, dampaknya besar terhadap demokratisasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Selain itu, ia mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menyatakan bahwa peningkatan kualitas SDM akan mendorong demokrasi, ekonomi, dan kesejahteraan yang lebih baik.
Kolaborasi BKN dengan UM
Prof Zudan juga menyinggung kolaborasi jangka panjang dengan Universitas Negeri Malang. Yakni tercipta generasi muda yang unggul dan mampu membawa bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ia mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama dalam pendidikan demi masa depan bangsa yang lebih cerah.
Sebagai informasi, saat ini Indonesia memiliki sekitar 4,7 juta ASN, dan angka ini akan bertambah sekitar satu juta lagi dalam waktu dekat. Hal ini untuk meningkatkan kebutuhan akan tenaga ahli di berbagai bidang untuk mendukung program-program pembangunan nasional.
Kegiatan ini merupakan contoh nyata sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan tinggi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di masa depan.
Dengan kolaborasi yang erat, Indonesia optimistis mampu menciptakan sumber daya manusia berkualitas guna mewujudkan visi nasional Indonesia Emas 2045.
Rektor UM Tentang Kualitas Generasi Muda
Senada Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd menyampaikan tentang kualitas generasi muda yang akan menjadi penggerak bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan, untuk membangun bangsa yang unggul dan berdaya saing, tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan. Namun juga diperlukan integritas dan komitmen moral tinggi.
“Kami yakin dengan paparan Prof Zudan, sesuatu yang terlihat rumit bisa disederhanakan. Sedangkan dari kesederhanaan itulah kita bisa mengembangkan prinsip-prinsip hidup yang sehat dan cerdas,” ujar Prof. Hariyono.
Rektor UM juga menambahkan, orang yang sehat dan cerdas Insya Allah akan mendapatkan keberkahan dan rezeki yang melimpah, serta menjalani hidup yang layak dan bermakna.
Prof Hariyono menekankan pentingnya kualitas karakter dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menguasai aspek akademik. Tetapi juga berintegritas, berkomitmen moral, dan memiliki prinsip hidup yang kuat. Menurutnya, hal tersebut adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas yang maju, mandiri, dan berkeadilan di tahun 2045.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Hariyono berharap, dengan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi. Termasuk seluruh elemen masyarakat, bangsa Indonesia dapat terus maju dan membawa generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik. Namun juga berakhlak dan berkarakter.
“Saya yakin, melalui langkah tersebut, cita-cita besar Indonesia Emas akan dapat tercapai dengan segala keberkahan dan keberhasilannya,” pungkasnya.






































