Tampak peserta Seminar Akal Sehat memenuhi ruangan lantai III gedung Astranawa, Jumat (2/2/2019). Henoch Kurniawan

SURABAYA | duta.co – ‘Seminar Akal Sehat’ yang diadakan Harian Umum (HU) Duta Masyarakat, menjadi ajang curhat peserta seminar. Tiga peserta antara lain Dian, Firman Tanjung dan Cathy sempat mengutarakan keluhannya kepada narasumer.

Rata-rata mereka merasa prihatin terhadap kondisi hukum kita saat ini. Mereka berpendapat, penegakan hukum kita mengalami ketidak berimbangan. Dian mencontohkan kasus yang menimpa Ahmad Dhani saat ini.

“Banyak kasus-kasus serupa yang dilaporkan, belum ada kepastian hukum, salah satunya dugaan kasus pelanggaran ITE yang dilakukan Viktor Laiksodat,” ujarnya.

Firman Tanjung, menyesalkan penanganan hukum atas beredarnya tabloid Indonesia Barokah di beberapa penjuru nusantara.

“Dulu ada kasus tabloid Obor Rakyat diproses (hukum), mengapa saat ini belum ada tanda-tanda ditangani, sama-sama isi tabloid menyudutkan salah satu paslon. Adilkah ini?,” tegasnya

Menanggapi pendapat terkait dugaan penimpangan hukum, Firman pun sepakat untuk membuat suatu pernyataan sikap. “Kita akan viralkan,” tambahnya.

Berbeda dengan Cathy, wanita berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mengaku Pilpres tahun ini, menggugah patriotisme yang dimilikinya.

“Baru kali ini nurani saya betul-betul tergugah, Saya menilai telah terjadi sesuatu yang aneh di negara tercinta kita Indonesia,” terangnya.

Ia merasa telah terjadi pergeseran pola pikir pada aktivitas emak-emak saat ini.

“Bangun tidur yang kita lihat adalah kabar berita terbaru soal kondisi politik bangsa. Dulu, saat update status, soal fashion, kuliner dan gaya hidup, saat ini saya lebih banyak berbicara politik di sosmed,” tambahnya.

Ia juga berpendapat bahwa emak-emak memiliki kekuatan luar biasa. “Kalau ada yang takut berbicara, saya malah sebaliknya. Sekarang emak-emak sudah bicara soal politik, setiap hari update status,” bebernya.

Untuk diketahui, seminar ini merupakan rangkaian dalam rangka peringatan 18 Tahun Harian Umum (HU) Duta Masyarakat. Diberi tajuk ‘Seminar Akal Sehat’ mengapa panitia memilih Rocky Gerung sebagai narasumber?.

Ini alasannya, sosok Rocky Gerung dinilai menarik, bahkan kontroversi. Tidak sedikit pembaca Duta Masyarakat yang mengapresiasi acara ini, dan banyak juga yang menyoal mengapa harus Rocky Gerung.

Kontroversi itu, sah-sah saja. Menurut Eko Pamuji, General manager HU Duta Masyarakat, hari ini kita membutuhkan sosok seperti Rocky Gerung. Dalam tahun politik ini, banyak Cebong dan Kampret yang kehilangan akal sehat. Ini berbeda dengan tahun-tahun lalu.

“Nah, Rocky berani tampil meluruskan semua itu. Ketika banyak orang kehilangan akal sehat, Rocky mengajak kita mikir,” jelas Eko. eno

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.