Petugas mengecek jumlah semen yang akan didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co  – Pada semester satu 2019, kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk  mengalami peningkatan.

Dalam siaran persnya yang diterima Duta, Kamis (1/8), para periode ini kinerja keuangan konsolidasi  mencatat adanya kenaikan pendapatan sebesar 22,9% menjadi Rp 16,35 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi perseroian juga mengalami peningkatan. Yakni 21,9% menjadi Rp 3,17 triliun.

Kenaikan pendapatan dan EBITDA ini merupakan hasil dari telah terintegrasinya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang dahulu bernama PT Holcim Indonesia Tbk  sejak Februari 2019.

GM Corporate Communication, Sigit Wahono mengatakan laba bersih Perseroan di semester 1 ini tercatat sebesar Rp 485 miliar atau mengalami penurunan dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 971 miliar. Penurunan laba bersih ini disebabkan adanya peningkatan beban bunga.

“Melalui program integrasi, cost transformation, dan refinancing, kinerja keuangan Perseroan diharapkan akan meningkat. Salah satunya, Perseroan telah melakukan program refinancing untuk menurunkan beban bunga pinjaman,” ujarnya.

Seiring dengan melemahnya permintaan semen di Indonesia pada semester 1 tahun 2019, volume penjualan semen domestik Perseroan di luar SBI mengalami penurunan 5,8% menjadi 11,1 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penjualan ekspor Perseroan di luar SBI yang berasal dari Indonesia mengalami peningkatan sebesar 2% menjadi 1,5 juta ton. Sementara Penjualan domestik SBI menurun 2,4% dari periode yang sama tahun lalu. ril/end