KABID Kebudayaan Sardi menyerahkan trofi, piagam dan uang pembinaan kepada para juara lomba hadrah. (duta.co/fathul)

PROBOLINGGO | duta.co – Pemerintah Kota Probolinggo memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2020 dengan berbagai kegiatan yang khas santri. Salah satunya lomba Hadrah Al-Banjari yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Pada Minggu (18/10/2020) pukul 15.00 WIB, Disdikbud menghelat grand final lomba Hadrah Al-Banjari di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota.

Para kontestan begitu bersemangat menampilkan kesenian hadrah di hadapan dewan juri. Penampilan terbaik dari seluruh peserta, membuat hasil penilaian tidak terpaut jauh. Hingga akhirnya juri harus mengumumkan juara I, II dan III serta juara harapan I, II dan III.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud, Sardi, mengatakan, tujuan dari lomba hadrah ini adalah untuk menggali potensi yang ada, mengingat grup hadrah di Kota Probolinggo begitu banyak. Pihaknya mencoba mencari grup yang bisa berkreasi, berinovasi dan tidak monoton.

“Kami sudah mempersiapkan ini semua, misalkan nanti ada lomba sejenis tingkat provinsi maupun nasional, kami hanya tinggal melakukan pembinaan kepada mereka,” jelas Sardi kepada duta.co jelang pemberian hadiah kepada juara lomba.

Lomba hadrah, lanjut Sardi, juga menyemarakkan HSN 2020 di Kota Probolinggo. Selain hadrah, pihaknya juga menghelat aneka lomba lainnya. Dan dalam mayoritas lomba, Disdikbud menggandeng PCNU setempat.

Syamsul Huda, salah satu juri menyebut,  dari 25 kelompok peserta yang ikut lomba hadrah, mereka diseleksi secara virtual.

Dalam satu grup hadrah, terdiri dari 10 orang. Dari 25 kontestan, diambil 6 peserta terbaik yang berkompetisi pada grand final.

“Untuk penilaian di sini kami bagi menjadi 3 kategori. Yaitu vokal, musik AlBanjari-nya, dan adab penampilan,” jelasnya.

Seorang peserta dari grup hadrah Nurul Iman Kelurahan Kebon Sari Kulon, Mahmud Syahroni, mengaku sangat mengapresiasi perlombaan yang diadakan oleh pemkot pada momen HSN tahun ini. Alasannya, selain menambah pengalaman dirinya bisa bertemu dengan grup lain dan bersilaturahmi.

“Kalau perasaan masuk final, ya alhamdulillah. Dari banyaknya grup hadrah di Kota Probolinggo, kami bisa terpilih. MEnurut saya semuanya juara cuma yang membedakan adalah nilainya,” ujar Mahmud.

Panitia grand final menerapkan protokol kesehatan, demi mencegah penularan Covid-19. Selain bermasker dan cuci tangan, grup peserta lomba hadrah masuk ke ruangan bergiliran guna mengantisipasi terjadinya kerumunan. hul/adv

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry