
LAMONGAN | duta.co – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober 2025, Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Munawwaroh Kembangbahu menggelar serangkaian kegiatan religius dan kebangsaan, Rabu (22/10/2025). Kegiatan tersebut meliputi parade anak santri, apel akbar, serta pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali.
Dengan mengusung tema semangat sinergi antara ulama dan umara, kegiatan ini menjadi ajang memperkokoh kebersamaan dalam menjaga keutuhan bangsa serta meneguhkan peran santri sebagai pilar pembangunan daerah.
Turut hadir dalam acara tersebut Camat Kembangbahu Arif Baktiar, Danramil, Kapolsek IPTU Sono, S.H., Wakil Ketua DPRD Lamongan Khusen, serta jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kembangbahu.
Ketua YPP Al Munawwaroh, KH Ghufron, menegaskan bahwa peringatan HSN tidak boleh dimaknai sekadar sebagai seremoni tahunan, melainkan harus menjadi momentum strategis untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Resolusi Jihad dalam konteks kekinian.
“Hari Santri adalah panggilan bagi kita semua untuk meneguhkan jihad dalam bentuk baru — jihad ilmu, ekonomi, dan kebudayaan. Santri harus siap menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di era modern,” tegas KH Ghufron.
Sementara itu, Sekretaris MUI sekaligus Sekretaris YPP Al Munawwaroh, Anwar, menyampaikan bahwa Hari Santri merupakan sarana memperkuat spiritualitas, memperdalam cinta tanah air, serta memperkokoh nilai-nilai keislaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Melalui parade dan pembacaan Sholawat Nariyah ini, kita diajak untuk menata hati, memperkuat keimanan, dan memohon keberkahan bagi bangsa Indonesia. Semangat santri harus terus hidup di dada setiap pelajar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anwar menekankan bahwa santri masa kini memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan bangsa dari paham radikal dan intoleran.
“Kita tidak lagi bicara jihad dalam arti perang, tetapi jihad melawan kebodohan, kemiskinan, dan paham ekstrem yang merusak persatuan. Santri Lamongan harus tampil sebagai agen Islam wasathiyah — Islam yang seimbang, damai, dan penuh kasih,” tandasnya.
Ketua Panitia, Sugianto, mengapresiasi kekompakan seluruh elemen masyarakat yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami berharap semangat HSN 22 Oktober 2025 ini dapat memperkuat solidaritas sosial serta mendorong kemandirian pesantren di Kembangbahu,” ungkapnya.
Rangkaian peringatan HSN di YPP Al Munawwaroh berlangsung khidmat dan meriah. Selain parade dan pembacaan Sholawat Nariyah, kegiatan juga diisi dengan doa bersama serta penampilan kreatif para santri yang menampilkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kecintaan terhadap tanah air. (ard)





































