Sinergi Via dengan Lokanima untuk menciptakan produk animasi dan konten (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Sudah puluhan tahun suguhan animasi di Indonesia dikuasai oleh produksi konten impor dari sejumlah Negara. Sebut saja Tin Tin, Conan the Destroyer, SpongeBob SquarePants, Shaun the Sheep,marsha n the bear, rapunzel , upin ipin dan masih banyak konten animasi dari luar negeri yang menguasai dunia televisi di Indonesia.

Bahkan yang cukup fenomenal, serial animasi Upin Ipin dari negeri jiran Malaysia mampu menerobos persaingan pasar dunia animasi asing dan mendapat tempat di sebagian besar anak Indonesia. Serial Upin Ipin yang mengandalkan karakter  sederhana, ringan dan mudah dimengerti anak-anak mampu menjadi pesaing dari dominasi animasi asing yang ada.

Kekuatan Upin Ipin bukan dari bahasa yang hampir sama dengan Indonesia, melainkan dari penonjolan karakter tokohnya yang kuat, cerita ringan dengan kehidupan keseharian. Karena anak-anak usia dibawah 10 tahun bukan cerita yang jadi focus utamanya, melainkan ketokohan sosok dan tampilan animasi. Buktinya ada animasi asing yakni Shaun the Sheep yang tidak mengutarakan kata-kata bisa diterima dan berhasil.

Bagaimana dengan animasi produksi Indonesia. Jaman dulu ada Serial Si Unyil, yang begitu melegenda karena ditayangkan oleh TVRI dan menjadi satu-satuanya TV yang siaran. Namun seiring beroperasinya TV swasta, pelan namun pasti Serial Si Unyil ditinggalkan penonton karena dari kualitas kalah jauh dari animasi asing yang masuk.

Yang menggembirakan dalam beberapa  tahun belakangan ada animasi seperti Sapa Jarwo, Nussa dan Rara yang tampil di TV swasta mengisi slot dominasi animasi asing yang diputar. Tidak hanya itu, ternyata sejumlah creator lokal Indonesia sukses produksi animasi dan diputar di pasar global. Sebut saja Si Juki The Movie di CNN, Battle of Surabayadi MSV Pictures, Kiko and Friends. Kiko and Friends di Orami, Knight Kris. Knight and Kris di CNN dan Candy Monster.

Potensi pasar yang sangat besar didukung  teknologi yang memadai, sangat memungkinkan bagi creator lokal Indonesia menciptakan karya animasi yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan ekspor poduk ke pasar global. Dengan Sumber Daya Manusia (SDM), dukungan pemerintah, swasta dan infrastruktur memadai, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi pusat animasi dunia. Tiga karya animasi yang saat ini cukup sukses yakni KUKUROCKYOU, BLAB BLIB BLUB BLEB BLOB dan ROH GARUDA diputar di channel Indie Kids, pay tv Indie Home milik PT Telkom.

Sinergi Menuju Produksi Animasi dan Konten Global

Kukurockyou, salah satu produk animasi yang sudah tayang di channel Indie Kids (dok/duta.co)

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak sangat mendukung sinergi VIA dengan LOKANIMA karena selangkah lebih cepat menciptakan creator lokal tampil dengan produksi animasi hebat dan sukses di pasar dalam negeri dan global.

“Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari telah ditunjuk resmi oleh pemerintah sebagai pusat pengembangan ekomoni digital teknologi dan ekonomi kreatif. Jadikan KEK Singhasari sebagai episentrum produksi animasi dan konten lokal skala global,” tegas Emil.

Emil menambahkan lokasi KEK Singhasari sangat strategis tidak jauh dari Surabaya apalagi sekarang sudah terhubung tol hanya butuh satu jam dari Surabaya. Dengan lokasi strategis dan infrastruktur yang memadai, KEK Singhasari bisa jadi pusat produksi animasi dan konten.

“Soal SDM, mulai SMK, Perguruan Tinggi sudah siap mendukung. Termasuk pembiayaan, karena BNI sudah mau mengucurkan KUR untuk para konten creator lokal yang selama ini sudah mendapatkan kredit perbankan karena dianggap tidak kredibel. Dengan adanya wadah ini, semuanya bisa diatasi karena potensi bisnis konten sangat besar nilainya,” ujar Emil.

PT Digi Bintang Sinergi (dulu DBS Entertainment) dibawah holding VIVA Group fokus pengembangan bisnis konten dan bercitacita menjadikan VIVA group sebagai rumah bagi para content creator dan komunitas. Sebagai perusahaan yang berbasis konten untuk semua media platform, VIA diharapkan menjadi salah satu perusahaan konten di Indonesia yang bisa menghasilkan konten-konten terbaik dan menarik.

Sementara itu LOKANIMA – PT Lokanima Kreatif Nusantara sebagai anak perusahaan dari BUPP KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Singhasari di Malang memiliki visi dalam mengembangkan IP-IP lokal yang memiliki potensi global. KEK Singhasari melalui PP No.68 Tahun 2019 menjadi satu-satunya KEK yang memiliki tugas dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan digital di Indonesia.

Dr. Ir. Arief Yahya M.sc dari MDIA menegaskan kerjasama ini bisa menjadi tonggak bagi industry animasi Indonesia untuk unjuk gigi. Industry kreatif sangat luas cakupannya dan banyak creator konten lokal yang handal menciptakan karya. Hanya salama ini, apa yang sudah diproduksi tidak bisa tersalurkan dengan benar sehingga masih mentah.

“Dengan kerjasama ini dan dukungan semua pihak, optimis bisa bangun 100 IP dengan 1000 konten creator bisa tercapai sehinga bisa menghasilkan uang senilai Rp 1 triliun dalam lima tahun ke depan. Untuk tahun 2021 ini, paling tidak bisa bangun 10 IP dengan nilai kolaborasi sekitar Rp 100 miliar,” jelas Arief Yahya mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Arief Yahya menegaskan semuanya sangat mungkin dengan dukungan banyak pihak. Mulai pemerintah daerah Jawa Timur yang sudah membangun KEK Singosari sebagai pusat pariwisata dan industry kreatif, memungkinkan menciptakan karya animasi andalan dari konte creator lokal.

“Semuanya sangat terbuka, platform begitu banyak yang bisa dimanfaatkan, tinggal bagaimana menciptakan karya animasi yang bisa diterima. Suka tidak suka startup lah yang akan menjadi pemenang seperti via, netflik dan banyak platform digital yang akan menjadi pemenang. Inilah saatnya kita tunjukkan karya animasi kita,” tegas Arief yahya.

Untuk itu, jelas tantangan bagi kolaborasi VIA – LOKANIMA mengukuhkan komitmen kerjasama mengembangkan industri konten kreatif di Indonesia. VIA-LOKANIMA ingin menjadikan para hyperlocal content creators sebagai pemain utama dalam pengembangan konten kreatif di Indonesia. Sebuah kolaborasi dua perusahaan yang memiliki kompetensi yang kuat dalam pengembangan Intellectual Property (IP Development) terkait bisnis konten di Indonesia berbasis digital technology.

Kolaborasi ini ditujukan terutama dalam pengembangan industri Film, Animation Factory & Digital Technology, membangun wadah bagi para insan kreatif Indonesia untuk bertumbuh dalam ekosistem bisnis yang mendukung proses pengembangan industri animasi dan film karya anak negeri. Ini akan menjadikan VIA-LOKANIMA sebagai rumah bagi para hyperlocal content creators serta mendukung penuh kemajuan industri konten lokal.

Optimisme Ciptakan Produk dari Konten Kreator Lokal

Animasi KukuRockYou mulai mendapat tempat di masyarakat dengan berbagai boneka. (dok/duta.co)

KRAT David Santoso Founder LOKANIMA mengatakan kerjasama ini juga akan mendorong kolaborasi pengembangan bisnis yang lebih besar antara KEK Singhasari dan VIVA Group dalam membangun Film dan Animation Factory dengan nilai kolaborasi bisnis setara dengan IDR 1 Triliun.

“Sebagai salah satu wujud nyata dari cita-cita tersebut, dalam rangka 76 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, VIA-LOKANIMA melahirkan sebuah National Pride Campaign, suatu Gerakan Kebanggaan Nasional, “SEMARAK ANIMASI LOKAL”, dimana kampanye ini bertujuan untuk mengangkat produk animasi anak bangsa menjadi “local hero” di negeri kita sendiri dan membuat sebuah katalog konten animasi anak bangsa yang diakui dunia.”

Kampanye ini adalah wujud keprihatinan VIA-LOKANIMA terhadap perkembangan industri kreatif di Indonesia, terutama di bidang animasi, dimana sudah puluhan tahun lamanya benchmark industri animasi di Indonesia selalu berkaca pada hasil karya animator luar / studio international. Sementara para pekerja industri kreatif di bidang animasi di Indonesia, yang sebenarnya secara kualitas dan kapabilitas tidak kalah dengan animator luar, harus mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya hingga mampu bersaing.

“Kesan hanya menjadi ‘tukang gambar’ untuk produk  animasi yang selama ini terlanjur terbentuk harus berubah. Para animator ini harus diberi kesempatan, ditunjang oleh ekosistem bisnis yang mendukung, sehingga mereka mampu melahirkan karya animasi terbaik yang berkarakter lokal, mendidik, berbudi pekerti, namun juga mampu menembus pasar global/internasional,” jelas David anak muda yang punya kepedulian di bidang industri kreatif dan konten lokal di Indonesia.

Langkah ini jelas David juga sejalan dengan program pemerintah yang ingin mendorong industri kreatif di Indonesia, salahsatunya film dan animasi. Sebagai salah sektor yang mampu bertahan di tengah situasi Covid-19 dan penurunan ekonomi saat ini maka sektor film dan animasi diyakini juga akan menjadi salah satu motor yang mampu memberikan kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan kedepannya.

Lokanima saat ini sudah menjadikan dirinya sebagai rumah bagi studio animasi dan film Indonesia, khususnya untuk wilayah Jawa Timur. Sudah lebih dari 25 studio animasi, film dan juga content creator yang tergabung di Lokanima, salah satunya adalah Bayu SKAK, seorang aktor, komedian, sutradara, youtuber dan juga founder dan CEO dari SKAK Corp, untuk menjadi lead dan mentor bagi studio-studio film.

Semua studio yang tergabung di dalam Lokanima memiliki IP characters yang berbeda-beda, untuk kemudian dikembangkan bersama-sama dengan bimbingan dari para senior, investor dan sejumlah praktisi di industri film dan animasi. Para insan kreatif tidak hanya mendapatkan mentorship di dunia kreatif, namun juga bersama-sama belajar membangun business model yang scalable dan sustainable. Lokanima juga adalah Strategic Content Creator Partner pertama yang bergabung ke dalam ekosistem business konten VIA – MDIA – VIVA Group.

Tiga Serial Tayang di Channel Indie Kids

MENARIK : Serial animasi KukuRockYou tayang di channel Indie Kids (dok/duta.co)

Saat ini VIA – LOKANIMA sudah langsung membuat beberapa series animasi yang segera akan dipasarkan di lokal maupun international market. Sudah ada 6 judul serial animasi yang sedang dalam persiapan produksi, tentunya akan diikuti oleh judul-judul animasi lainnya. Pengembangan Intellectual Property ini tidak terpusat kepada produk film serial animasi saja, melainkan akan berkembang ke produk licensing merchandising dan consumer product dengan mengusung ‘OSMU – One Source Multi Use” Marketing Strategy.

VIA-LOKANIMA sudah mendapat sambutan yang sangat baik di negeri sendiri. Tiga judul serial animasi pertama hasil kolaborasi VIALOKANIMA, di bulan Juli 2021 lalu, sudah dibeli exclusive licensing rights Indonesia territory oleh anak perusahaan sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, yaitu PT TELKOM INDONESIA, melalui unit usaha INDIHOME. Serial animasi ini juga menjadi salah satu serial animasi jagoan dari IndiKids, Channel Kids baru Group TELKOM – INDIHOME yang launching tanggal 23 Juli 2021 yang lalu, bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2021.

Ke-tiga animasi tersebut adalah KUKUROCKYOU, BLAB BLIB BLUB BLEB BLOB dan ROH GARUDA dan untuk pertama kalinya animasi ini tayang di Indonesia di Channel IndiKids- IndiHome. Khusus untuk Serial KUKUROCKYOU, ada keunikan tersendiri dari serial ini, dimana pengisi suara (dubber) karakter-karakter diisi oleh beberapa artis Indonesia, atas dasar rasa kepedulian penuh mereka untuk mendukung karya anak bangsa tanpa ada kepentingan komersial sama sekali, mereka mendukung penuh.

Mereka Rocker Dian ‘Candil’ Dipa Chandra, Indra Bekti, Tike Priyatnakusuma, dan Ronal Surapraja. Di serial ini untuk pertama kalinya VIA – LOKANIMA memperkenalkan seorang talenta baru Indonesia, penyanyi cantik dari tanah Payakumbuh Sumatra Barat, Kintani Putrimedya.

Mereka nanti akan mengisi soundtrack film animasi KUKUROCKYOU yang sedang dipersiapkan. Ini suatu kebanggaan luar biasa untuk VIA – LOKANIMA, sekaligus menjadi harapan besar bagi industri animasi Indonesia untuk bisa berkembang dan mendapat tempat yang layak di negeri sendiri.

Melalui “SEMARAK ANIMASI LOKAL”, VIA – LOKANIMA berharap bisa mengajak para animator Indonesia untuk bergabung di rumah content creator kami. Keberhasilan kampanye ini akan menjadi bukti nyata bahwa ini saatnya animasi karya anak bangsa menjadi ‘Local Hero” di negeri kita tercinta. Imm

 

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry