Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi memberikan semangat pada generasi muda melalui buku move on

SUMENEP | duta.co – Menjadi Wakil Bupati, waktu luang adalah hal yang sulit untuk dicari. Kesibukan membangun daerah dan menyapa masyarakat akan membutuhkan waktu yang banyak. Bahkan 24 jam sehari seakan tidak cukup.

Namun beda dengan Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi. Disela kesibukannya yang padat, wakil bupati millenial ini tetap menyempatkan waktu untuk menulis sebuah buku.

Maklum, selain menjadi pengusaha, Ahmad Fauzi juga pernah menjadi jurnalis. Semangat menulisnya seakan tak pernah padam. Hasilnya, Ia meluncurkan buku pertamanya bertajuk ‘Saatnya Move on’.

Buku setebal 146 halaman itu diterbitkan oleh Diva Press Yogyakarta, dan resmi diluncurkan di Taman Potre Koening Sumenep, pada Ahad (14/5) kemarin. Buku ini berisi catatan-catatan yang ia beria nama catatan seorang birokrat muda.

“Buku ini isinya motivasi dan saya persembahkan untuk pemuda. Judulnya saja pakai bahasa gaul ‘move on’. Kalau bahasa bakunya kurang lebih ‘Saatnya Bangkit’,” kata Fauzi.

Dengan buku itu, ia berharap agar generasi muda menjadi generasi yang siap meneruskan perjuangan dan cita-cita bangsa. “Pemuda harus punya integritas tinggi. Hari ini apa yang bisa kita perbuat. Ini waktu yang sangat berharga,” tegasnya.

Dalam peluncuran, buku itu dibagikan secara gratis kepada para peserta yang terdiri berbagai organisasi pemuda dan profesi. “Setidaknya ini menjadi catatan, kalau selama menjabat sebagai wakil bupati, saya bisa memberi hadiah buku. Semoga bermanfaat ketika dibaca,” ujarnya.

Ia mengakui, menulis buku bukan pekerjaan mudah, apalagi ia tak memiliki banyak waktu luang. Namun ia tetap mencoba untuk menulis dan berhasil menjadi buku pertama dengan mempergunakan bahasa yang lugas, bahasa sederhana dan bahasa kekinian kaum muda.

“Bagi saya waktu itu ada tiga, yakni kemarin, hari ini dan besok. Jadi berbicara tentang waktu bagi saya pribadi dari sisi kesibukan tidak ada waktu untuk menulis, namun di sela kesibukan itu mencoba menulis dan berhasil,” tuturnya.

Butuh waktu dua tahun untuk menyelesikan buku ini. Diselesaikan dengan dicicil. Setidaknya ada dua yang memotivasi ia menulis. Pertama, ingin berbagi. Kedua, mengisi waktu luang di sela kesibukan. zal

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.