
MALANG | duta.co – DPC PDI Perjuangan Kota Malang membagikan bingkisan lebaran kepada seluruh struktur internal partai. Jumlah paket yang dibagikan mencapai 2500 bingkisan. Hal ini sebagai upaya untuk menyemai kebaikan dan menuai keberkahan di bulan Ramadan.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan I Made Riandiana Kartika bahwa acara ini merupakan agenda rutin tahunan. Dimana setiap tahun menjelang Idulfitri, DPC ini selalu mengadakan acara buka bersama dan berbagi bingkisan untuk seluruh struktural. Buka puasa bersama merupakan acara internal yang didukung secara gotong royong mulai DPR RI, propinsi dan DPRD Kota.
“Bingkisan ini kami berikan ke internal struktural yang berjumlah 2.495 orang, atau 2.500an orang. Ini sebagai upaya menjaga kesolidan dan menjaga keberadaan partai ditengah masyarakat,” ungkap Made.
Acara buka puasa bersama seluruh kader PDI Kota Malang ini digelar di kantor DPC PDIP, jalan Panji Suroso Blimbing Malang, Ahad (23/03). Nampak hadir seluruh pimpinan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang. Juga seluruh PAC, ranting, badan dan sayap partai berlogo banteng ini.
Lebih lanjut Made menyampaikan, keberadaan PDIP ialah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Terutama terhadap kebijakan yang dirasa memberatkan warga. Guna mengkritisi kebijakan tersebut, pihak DPC membuka pintu bagi kader untuk memberikan masukan.
”Hingga kami yang di DPRD Kota Malang dapat memperjuangkan hal-hal yang menjadi keluhan masyarakat,” ucap Ketua DPC PDIP ini.
Prioritas yang diperjuangkan saat ini, mengenai permasalahan menjelang tahun ajaran baru, ditekankan agar warga jangan sampai kesulitan mencari sekolah. Pokir dari anggota Dewan di DPRD Kota Malang juga telah memperjuangakan usulan dari struktural.
Tak kalah penting anggota Dewan yang ada di Fraksi mendapat masukan dari pengurus terutama mengenai kelangkaan bahan pokok. Kelangkaan tersebut akan dicarikan solusinya dengan komunikasi dengan Pemerintah Kota.
”Kami tidak mau, anggaran yang sudah disetujui bersama tersebut digunakan tidak tepat sasaran. Anggaran ini bukan untuk orang tertentu saja,” tandas Made.
Made prihatin dengan berbagai kasus yang berkenaan dengan kebutuhan masyarakat. Seperti kelangkaan LPG beberapa waktu lalu. Disusul masalah pengoplosan BBM, kemudian takaran minyak goreng yang dikurangi.
”Kami berharap struktur banyak memberikan masukan, dengan begitu nanti anggota Dewan dari PDIP akan meneruskan masukan tersebut ke Pemkot Malang,” tukasnya.








































