TIM LENGKAP: tim Jualo.com lengkap dengan formasi CEO Chaim Fetter ( paling tengah di sofa) di sisi kanan kiri COO ( Chief Operating Officer) Jualo.com, Juao Pedro Principe dan CTO Jualo.com Ahmad Aljuneid. (duta.co/dok)
TIM LENGKAP: tim Jualo.com lengkap dengan formasi CEO Chaim Fetter ( paling tengah di sofa) di sisi kanan kiri COO ( Chief Operating Officer) Jualo.com, Juao Pedro Principe dan CTO Jualo.com Ahmad Aljuneid. (duta.co/dok)

SURABAYA |duta.co–Indonesia masih menjadi ladang investasi menarik bagai perusahaan e-commerce dalam dan luar negeri  untuk menambah investasi ataupun membuka perusahaan baru. Tercatat puluhan perusahaan e–commerce yang bersaing memperebutkan pasar Indonesia yang sedang bertumbuh pesat tiap tahunnya.

Namun demikian, analisa Herry Setiadi  Wibowo (Herry SW), pengamat telekomunikasi dari Surabaya perlu dicermati. Menurutnya, tiap tahun bakal terjadi seleksi alam perusahaan e-commerce, meski potensi pasar Indonesia masih sangat menarik dan besar didukung kepercayaan belanja online yang terus meningkat.

“Seleksi alam perusahaan e-commerce bakal terjadi tiap tahun. Yang utama bagi pengguna belanja online yakni pada layanan, kemanan dan tidak ada pembatasan wilayah. Karena online, idealnya belanja bisa darimana saja dan kemana saja, termasuk tingkat dunia,” jelasnya dalam perbincangan kemarin.

Herry SW melihat konsep belanja online yakni bisa menjangkau sampai di ujung dunia, tidak ada pembatasan wilayah.  Kalaupun ada perusahaan e-commerce yang membatasi dalam teritori tertentu, tunggu saja pasti bakal ditinggalkan penggunanya. Efisiensi, efektivitas dan kemudahan belanja online akan terpangkas dan tidak sesuai lagi dengan slogan online.

“Tahun ini industri e-commerce masih akan menarik. Persaingan memberikan layanan keamanan transaksi, kenyamanan dan diskon harga besar jadi gimmick menarik bagi pengguna. Itulah tantangan bagi perusahaan e-commerce untuk bisa menyediakan semua keinginan pengguna,” ujarnya.

Herry SW membagi e-commerce dalam tiga klasifikasi. Pertama, private online atau B2C, perusahaan yang menjual produknya lewat online seperti Erafone, Samsung, Xiaomi, store.asus.com dan lain-lain. Kedua,  marketplace seperti Bukapalak.com, Blibli.com, Lazada.com, tokopedia.com. Ketiga, C2Catau classified, perorangan yang menjual barang atau jasanya melalui situs market place atau situs jual beli seperti Olx.co.id, Jualo.com, carmudi.co.id, mobil123.com dan lain-lain.

“Dari tiga klasifikasi terbut, pasar marketplace dan C2C yang paling besar dengan dinamika yang pesat.  Persaingannya juga tidak kalah sengit. Apa yang dilakukan Jualo.com dengan menerapkan rekening bersama, selangkah lebih maju melindungi  keamanan transaksi  pengguna. Faktor keamanan, kenyamanan dan kecepatan delivery jadi kunci keberhasilan e-commerce C2C,” jelasnya.

Jualo.com Makin Diminati Pengguna

KOMPAK: Tim manajemen Jualo.com kompak menyongsong persaingan bisnis e-commerce yang kian pesat dan menantang. (duta.co/dok)

Untuk C2C, persaingan Olx.co.id dan Jualo.com sangat kelihatan karena keduanya mengambil ceruk sama. Tinggal bagaimana kedua e-commerce tersebut memaksimalkan potensi pasar dengan layanan cepat, kemudahan dan keamanan.

“Dari tiga aspek ini, sepertinya wajar kalau misal banyak pengguna Olx.co.idyang hengkang ke Jualo.com, yang dianggap memberikan keamanan lebihdankemudahan. Itulah salah satu seleksi alam yang bisa dihindari dengan layanan dan keamanan yang sama. Kepercayaan pengguna online tidak mudah pindah bila puas di salah satu perusahaan e-commerce selain harga,” tegasnya.

Soal  pengenaan biaya di e-commerce C2C untuk pemasangan iklan menurut Herry SW masih normal asal dibarengi dengan feedback dari dana yang dikeluarkan. Bila tidak, justru makin memperpuruk eksistensi e-commerce tersebut karena  di e-commerce sebelah justru sebaliknya dengan layanan yang jauh lebih bagus.

“Disinilah tantangannya yang harus disikapi perusahaan e-commerce C2C. Berbayar tapi seimbang dengan yang dikeluarkan masih tetap akan dicari pengguna online. Belanja online sudah menjadi tradisi dan makin diminati karena mudah, dan sering banyak potongan harga yang didapatkan,” pungkasnya. (imm)

 

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan