Inspirasi Ricis Ria Ricis (Ria Yunita) menerima cinderamata setelah mengisi Talk Show Inspiratif Entrepreneur Muda Berkarya di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu (14/12)

SURABAYA – Dari Instagram Kini Sukses Sebagai Pemilik Ricis StyleSURABAYA – Passion harus menjadi pertimbangan utama dalam memulai usaha. Sebab usaha tanpa passion tidak akan bisa bertahan lama. Demikian disampaikan Selebgram Ria Ricis dalam Talk Show Inspiratif Entrepreneur Muda Berkarya di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu (14/12).

Pemilik nama asli Ria Yunita ini awalnya terkenal dengan parodi yang ia posting di Instagram. Berkali-kali ia mendapatkan tawaran untuk endorse produk melalui akun Instagramnya. Penghasilan pun mulai ia dapatkan dengan cara seperti itu. “Dari yang awalnya endorse itu, aku dan keluarga berpikir kenapa nggak produk sendiri ya yang di-endorse. Akhirnya sekarang muncullah produk Ricis Style,” terang adik Oki Setiana Dewi ini.

Ricis Style merupakan usaha jual beli online busana muslimah yang digeluti Ria saat ini. Media sosial menjadi sarana utama untuk menunjukkan pada publik model baju terbaru yang diproduksi.

Selain itu dirinya masih terus berkarya dengan parodi-parodinya baik di Instagram maupun Youtube. Menurutnya justru membuat parodi inilah yang menjadi passion-nya. Oleh sebab itu masih terus bertahan hingga saat ini.

Ricis juga menegaskan bahwa dalam usaha jatuh atau gagal adalah hal yang sangat biasa. Yang luar biasa adalah kemampuan untuk bangkit setelahnya.

Menurutnya kalau mahasiswa masih merasa tidak berani untuk membuka usaha sendiri, maka bisa dilakukan dengan membuka usaha bersama teman. Ketika sedang nongkrong bareng misalnya obrolan tentang membuka usaha bersama harus dimunculkan.

Ditanya tentang cara untuk bisa percaya diri, perempuan yang masih belajar di Universitas Pancasila ini menyatakan percaya pada kemampuan sendiri adalah hal yang terpenting.

“Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Karena itu kita harus bisa mengatur dan menguasai diri. Jangan sampai minder, kalau minder katakan selamat tinggal pada masa depan” terangnya.

Selain itu yang kadang menurunkan semangat adalah haters. Tidak hanya artis, setiap orang pun punya haters. Keberadaannya terkadang membuat semangat menjadi turun.

Menanggapi ini Ria mengatakan bahwa apa pun yang dikatakan orang yang tidak menyukai kita jangan pernah didengarkan. Biarkan saja. Kalau memang dari haters ada hal penting yang bisa memperbaiki diri kita boleh dijadikan bahan evaluasi. “Biarkan saja haters bilang apa saja. Yang penting buktikan dengan karya,” tegas Ricis.

Ditanya tentang bagaimana caranya menghadapi pesaing di bidang usaha yang sama, ia menjawab selama ini dirinya tidak pernah peduli terhadap pesaing. Yang penting baginya adalah selalu berusaha dan jujur. “Menunjukkan kelebihan dari produk kita juga merupakan hal yang penting. Pengusaha harus bisa menunjukkan perbedaan produknya dengan produk lain,” pungkasnya.

Di akhir perempuan kelahiran Batam 1 Juli 1995 ini kembali mengingatkan supaya mahasiswa tidak terjebak untuk berbisnis produk-produk yang sedang menjadi tren saja. Tetapi yang harus diutamakan adalah sesuai dengan passion. (naf)

 

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan