
JOMBANG | duta.co – Kabar terbaru soal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) masih soal lokasi muktamar. PBNU telah membentuk tim survei sebagai langkah operasional untuk mempersiapkan pelaksanaan Muktamar Ke-35 yang merupakan rekomendasi Munas dan Konbes di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, 20-22 Juni 2026.
Kiai Ahmad Said Asrori sebagai Ketua Tim Survei dan Prof Dr Muhammad Nuh sebagai Sekretaris Tim Survei. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni. Ada pun lokasi yang masuk agenda peninjauan meliputi Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang, Sumatra Barat, Pondok Pesantren Al-Hamid dan Pondok Pesantren Daarurrahman Jakarta, beberapa pesantren di Cirebon, Jawa Barat. “Panitia juga melakukan survey ke Jawa Timur, Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri dan Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang,” demikian sumber duta.co.
Selain itu, tim akan meninjau Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok sebagai calon lokasi di Nusa Tenggara Barat. Menurut KH Amin Said Husni kemungkinan memilih Pondok Pesantren Tambakberas sebagai lokasi pembukaan Muktamar, dengan catatan hasil survei menjadi penentu akhir. Rencana, keputusan final mengenai lokasi akan dibahas pada Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah Selasa 7 Juli,” tegasnya.
Takmir Masjid-Mushalla Munajat dan Riyadhoh
Selain konsentrasi lokasi, PBNU juga menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan nahdliyin di Indonesia untuk menggelar munajat, riyadhoh, dan doa bersama menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Instruksi itu tertuang dalam Surat PBNU Nomor 552/PB.01/A.II.08.47/99/07/2026.
Surat yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf itu ditujukan kepada seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), pengasuh pondok pesantren di lingkungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), serta takmir masjid dan mushalla.
Melalui surat tersebut, PBNU mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama memanjatkan doa secara khusus untuk para muassis (pendiri) Jam’iyah Nahdlatul Ulama sekaligus memohon agar pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU berjalan lancar, sukses, dan membawa keberkahan.
“Sehubungan dengan akan diselenggarakannya Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 1-5 Agustus 2026, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ini menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan munajat, riyadhoh, serta doa bersama yang dikhususkan kepada muassis Jam’iyyah Nahdlatul Ulama serta untuk kesuksesan dan keberkahan agenda permusyawaratan tertinggi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama tersebut,” demikian bunyi surat tersebut. (din)




































