BANTUAN : Dropping air bersih di Bendungan Desa Slahung, Ponorogo. Karena hingga saat ini Ponorogo belum juga diguyur hujan, sehingga hawa panas dan krisis air terus dialami warga. (duta/siti noer aini)

PONOROGO | duta.co – Hingga saat ini Ponorogo belum juga diguyur hujan, sehingga hawa panas dan krisis air terus dialami warga. Dropping air pun terus dilakukan untuk membantu masyarakat. Agar keadaan seperti ini tidak terulang di masa mendatang, maka Dinas Lingkungan Hidup (LH) akan mewajibkan  semua desa mengikuti lomba lingkungan hidup semacam Adipura.

Rencana ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Ponorogo, Sapto Jatmiko. Selasa (5/11/2019). Sapto mengatakan, lomba lingkungan hidup ini akan diterapkan pada anggaran 2020 mendatang. Di mana desa-desa dari 307 desa/kelurahan  yang ada di 21 kecamatan , diwajibkan ikut lomba ini untuk memperbaiki lingkungan hidup.

“Dinas LH tahun anggaran 2020 mendatang mewajibkan semua desa  di Kabupaten Ponorogo untuk mengikuti lomba  lingkungan hidup. Lomba ini konsepnya semacam  lomba  Adipura. Tujuannya untuk  memperbaiki kerusakan lingkungan hidup saat ini.  Karenan kerusakan lingkungan terutama kawasan sumber-sumber air, salah satunya  akibat penebangan pohon  tanpa diimbangi tindakan penanaman kembali,” ujar Sapto.

Dan penebangan pohon oleh masyarakat tanpa diimbangi dengan penanaman kembali inilah, menjadi salah satu faktor penyebab bencana kekeringan  di Ponorogo saat ini. “Titik- titik sumber air di desa- desa telah hilang sekitar 3 %,” imbuhnya.

Dikatakan, lomba lingkungan hidup yang  akan digelar pada tahun depan, meliputi 2 kriteria yaitu bagaimana desa bisa mengalokasikan  danannya  untuk pengolahan sampah, dan desa mengalokasikan ruang terbuka hijau ( RTH) berupa membangun taman- taman.

“Pemerintah desa harus sudah memulai untuk mebangun ruang terbuka hijau di wilayahnya masing- masing. Untuk prosentase   RTH tersebut  diserahkan kepada  desa untuk mengalokasikan   luasannya,” tegasnya.

Sementara itu dropping air bersih terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo mau pun kelompok-kelompok masyarakat. Seperti DPC PDI Perjuangan Ponorogo, hingga Senin (5/11/2019), sudah mengalokasikan lebih dari 50 tangki air, di mana per tangki berisi air bersih 5 ribu liter. Sebanyak 15 desa yang tersebar di 6 kecamatan, yang mengalami kekeringan dan belum atau kurang mendapat dropping air bersih dari BPBD, terus digelontor air bersih.

“Hari ini Selasa (4/11/2019) ada 2 titik yaitu desa Slahung, Kecamatan Slahung tepatnya di dusun Tengger dan Sumberrjo, Bandungan,” terang Pramu Wibowo, pengurus DPC PDIP Perjuangan Ponorogo, yang bertugas mengawal dropping air. Dan dropping ini akan dilanjutkan Rabu (6/11/2019) dengan sasaran Lingkungan Pamongan Lor, Desa Broto dan Loingkungan Kalisuru, Desa Broto, Kecamatan Slahung. sna

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry