MALANG | duta.co – Universitas Tribhuana Tunggadewi (Unitri) resmikan Sekolah Lapangan, Selasa (22/03). Berada di lahan seluas delapan Hektar, tempat ini dinamai Agroedu Park. Dengan fungsi sebagai tempat belajar mahasiswa sekaligus bermasyarakat, serta untuk edukasi konservasi tanah.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Unitri Prof Dr Ir Eko Handayanto MSc, bahwa banyak kejadian longsor serta banjir lantaran pemahaman tentang tata kelola tanah masih kurang. Dimana sebagian besar lapisan tanah terkikis dan alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan pabrik. Maka lewat didirakannya Sekolah Lapangan ini untuk mendidik masyarakat terutama petani untuk menyelamatkan tanah dengan lebih banyak melihat dan praktek langsung.

“Dengan diresmikannya Sekolah Lapangan ini harapannya dapat bermanfaat pada mahasiswa yang dapat belajar sekaligus bermasyarakat di kawasan Agroedu Park ini,” ungkap Prof Eko.

Sekolah Lapangan konservasi tanah dan air Unitri berada di Dusun Sempukerep Dalisodo Wagir Kabupaten Malang. Dengan luasan delapan Hektar yang diantaranya 2,5 Hektar berupa hutan alam, sedangkan tiga Hektar berikutnya berupa pertanian produktif.

Diakui oleh Rektor Unitri, gagasan didirikannya Agroedu Park ini dari beberapa Guru Besar (Gubes) yang membutuhkan tempat praktek mahasiswa dan masyarakat pertanian. Termasuk juga kebutuhan akan peningkatan kualitas tanah dengan begitu tidak hanya dapat teori, namun juga dapat terjun ke lapangan.

“Maka lulusan Pertanian Unitri dipastikan kompeten dalam teori maupun prakteknya,” tandas Prof Eko.

Untitri berkomitmen, lahan dalam Agroedu ini untuk lahan konservasi yang sebagian untuk kebun kopi, budidaya durian, kelengkeng dan tanaman langkah lainnya.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry