SANKSI : Trio pelatih, Budiarjo Thalib didampingi Johan Prasetyo dan Alfian diakui luar biasa (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI|duta.co, Badai seolah selalu mengelilingi tim kebanggaan warga Kediri, dan seakan sengaja ada kekuatan ingin hancurkan tim berjuluk Macan Putih, merupakan Juara Liga III Nasional tahun lalu. Kabar teranyar, Coach Budiarjo Thalib harus menenteng HT untuk memberikan instruksi kepada anak asuhnya selama berlaga 4 pertandingan.

Meski telah mengajukan banding, namun keputusan ditetapkan PSSI tetap bulat, menjatuhkan sanksi kepada pelatih kepala Persik Kediri, dilarang mendampingi tim-nya selama empat pertandingan. Menjadikan ironis, bila melihat jadwal pada putaran kedua, dijamu PS Biak dan Martapura FC, kemudian menjamu PSIM Yogya dan Persis Solo.

“Untuk melawan Biak, ditunda karena alasan ijin keamanan tidak keluar karena efek tragedi Papua. Berarti bisa jadi diganti saat Persik dijamu Waropen,” ungkapnya, ditemui pasca lga uji coba timnya melawan PSID Jombang di Lapangan Wali Barokah, Lingkungan Ngasinan Kota Kediri, Jumat (23/08) sore.

“Saran dari teman-teman pelatih, mereka akan melanjutkan instruksi saya pada setiap pertandingan mulai awal hingga akhir menggunakan HT. Jika memungkinkan dengan HP bila sinyalnya bagus. Bayangkan, empat pertandingan saya tidak boleh masuk branch pemain?,” terangnya

Tim Macan Putih Sengaja Didzolimi

Tentunya ini merupakan ujian berat bagi anak-anak Macan Putih, awalnya dianggap tim penggembira di Liga II, namun berdasarkan catatan belum pernah terkalahkan. “Kami hanya berharap mari fair play demi prestasi sepak bola Indonesia,” ungkap Manager Persik Benny ‘Romeo’ Kurniawan disela-sela laga uji coba.

Sejumlah Persikmania, sebutan pendukung sejati Persik Kediri juga bertanya-tanya atas sanksi yang dianggap terlalu berat untuk tim kebanggaan mereka. PSSI dianggap terlalu membela Korps Baju Hitam, dianggap keputusan diambil saat memimpin pertandingan telah benar.

“Bagaimana dengan tim lain, yang terlihat jelas pelanggaran namun tanpa kartu atau denda. Saat ini mungkin menimpa Persik dan kami Persikmania merasa didzolimi oleh wasit. Bagaimana jika itu juga terjadi pada tim lain peserta liga,” jelas Score Boy, sapaan akrab Lasirin, salah satu suporter dikenal berpakaian nyentrik. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry