Terlihat plat beton yang didatangkan pemborong CV Waru dari pabrik TPM kondisinya banyak yang rusak dan bekas.|DUTA/ANDI MULYA
Terlihat plat beton yang didatangkan pemborong CV Waru dari pabrik TPM kondisinya banyak yang rusak dan bekas.|DUTA/ANDI MULYA

SURABAYA – Penyimpangan pekerjaan proyek box culvert bernilai Rp 550 juta ini ternyata tidak hanya mengenai pasir dan sertu yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) proyek saja. Namun ditemukan fakta bahwa plat beton penutup box pun juga tidak sesuai dengan Rencana Kerja Satuan (RKS) proyek.

Plat beton yang didatangkan dari pabrikan TPM (Tiga Perkasa Manunggal) oleh pemborong CV Waru Surabaya di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo ini terlihat bekas dan banyak yang rusak. Malah ada beberapa yang rusak di semen lagi oleh pekerja lapangan.

“Pekerjaan proyek box culvert milik CV Waru itu sudah banyak penyimpangannya, selain tidak memakai sertu dan pasir juga plat betonnya pun juga tidak sesuai dengan ketentuan RKS,” ungkap Sumber DUTA, Kamis (22/12).

Menurutnya, pabrik pembuatan plat beton bernama TPM itu diduga tidak jelas karena pabrik pembuatannya minimal harus punya batching plant (mesin pengolah campuran beton,red) sendiri.

“Seharusnya pihak dinas tegas terkait tidak jelasnya pabrik plat beton TPM karena selain tidak punya batching plant sendiri, TPM membuat betonnya ada di tengah sawah,” ujarnya.

Kabid Pengawasan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Ridho Wahab mengaku sudah menindak tegas dengan membongkar box culvert di proyek Jalan Jeruk karena memang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

“Saya janji akan menindak pemborong CV Waru karena bahan material yang didatangkannya itu tidak sesuai dengan spek nya. Apalagi kalau benar plat beton yang didatangkan itu bekas dan banyak yang rusak,” ucap Ridho.

Terpisah, Direktur CV Waru, Zulkarnaen mengaku tidak mengetahui pekerjaan proyek box culvert di lokasi Jalan Jeruk Surabaya. Pasalnya, pelaksana dan penanggung jawab proyek adalah Dody Farid. Dirinya malah kaget kalau proses pekerjaan dilapangan banyak yang bermasalah.

“CV Waru milik saya hanya dipinjam sama Haji Farid dan kalau dilapangan ternyata bermasalah maka yang bertanggung jawab adalah beliau. Jelas yang dirugikan nantinya adalah saya kalau proyek itu tidak selesai,” keluh Zul panggilan akrab Zulkarnaen.

Hingga berita ini diturunkan, Dody Farid penanggung jawab proyek berkali-kali dihubungi via ponselnya di nomor 08510037xxxx tidak menerima telepon dari DUTA walaupun ada nada dering pertanda ponselnya aktif. and

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan