SURABAYA | duta.co –Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur (Kakanwil DJPb Provinsi Jatim) Taukhid, SE, M.Sc.IB, MBA mengungkapkan, sektor pendidikan menempati urutan pertama pemicu inflasi di Jawa Timur pada bulan Agustus 2022 ini, yakni sebesar 4,04 persen.

“Inflasi bulan Agustus sebesar 0,09 persen. Dan dari 11 kelompok pengeluaran, delapan kelompok mengalami inflasi, dan tertinggi pendidikan, yakni  4,04 persen,” katanya, saat jumpa pers di Aula Majapahit hybrid, Rabu (28/9/2022)

Dan lanjutnya, tiga kelompok lainnya mengalami deflasi, yakni makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,72 persen. Disusul Infokom dan Jasa keuangan  0,04 persen, dan rekreasi, budaya, dan olahraga sebesar 0,16 persen.

“Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, satu kota mengalami inflasi, yakni Surabaya) dan tujuh lainnya mengalami defasi,” tegas Taukhid.

Taukhid lantas menjelaskan, tingkat inflasi tahun ke tahun  di Jatim cenderung mengalami kenaikan dan pada bulan Agustus 2022 mencapai 5,20 persen jauh di atas target Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM) APBN sebesar 3 persen

“Masih tingginya infasi tahun ke tahun  disebabkan oleh tingginya inflasi beberapa kelompok pengeluaran yaitu kelompok pengeluaran penyediaan makanan dan minuman/restoran 9,13 persen, transportasi 7,17%, makanan, minuman, dan tembakau 7,42 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa Lainnya 5,91 persen,” urainya.

Namun, inflasi tahun kalender di Jatim  sebesar 4,05 persen dan nasional 3,63 persen telah melampaui ADEM APBN sebesar 3 persen. Masih tingginya infasi tahun tahun kalender disebabkan oleh tingginya inflasi beberapa kelompok pengeluaran yaitu kelompok pengeluaran penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 6,76 persen, transportasi 5,69 persen, makanan, minuman, dan tembakau sebanyak 5,14 persen, pendidikan 4,81 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa Lainnya 4,69 persen.

PDRB Jawa Timur Triwulan II-2022 yang diukur Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp677,52 Triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp438,03 triliun. Dibandingkan dengan TW-I, perekononomian Jatim tumbuh sebesar 2,39 persen dan jika dibandingkan TW-II tahun 2021, perekonomian Jatim tumbuh sebesar 5,74 persen.

“Secara Kumulatif perekonomian Jatim selama semester I tahun 2022 dibandingkan dengan semester I tahun 2021, perekonomian Jatim tumbuh sebesar 5,49%. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran kecuali komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah,” tandasnya. rum

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry