Guru pendamping Lyceum Sancta Maria, Ben Licumahuwa (kiri) menunjukkan kamus Belanda – Indonesia yang sangat sederhana kepada Kepala Smamda Surabaya Astajab. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Sister school SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) terus bertambah. Setelah negara-negara di Asean dan Australia, kini ada lagi dari Belanda yakni Lyceum Sancta Maria Belanda.

Siswa-siswi sekolah menengah atas Belanda bersama dua guru pendamping itu selama sepuluh hari mengunjungi Smamda. Mulai belajar di kelas, hingga jalan-jalan mengunjungi tempat wisata terkenal di sekitar Surabaya.

Tidak hanya itu, para siswa-siswi itu tinggal bersama keluarga siswa-siswi Smamda. Kunjungan ini sangat berkesan.

Siswa-siswi Lyceum Sancta Maria bermain basket di halaman Smamda. DUTA/endang

Karena, siswa-siswi Lyceum Sancta Maria bisa belajar banyak tentang budaya, tradisi bahkan toleransi agama. Bahkan diajari bagaimana membatik. Kunjungan sepuluh hari itu berakhir pada Kamis (21/11) lalu.

“Secara tampilan kita sudah berbeda. Di Smamda siswa perempuan berkerudung, sementara kita tidak. Tapi sebelum kami ke Smamda, kami sudah kasih tahu ke siswi agar selama di Smamda memakai pakaian yang sopan, tertutup walau tidak bekerudung,” ujar salah satu guru pendamping Lyceum Sancta Maria, Ben Licumahuwa yang asli Ambon itu.

Namun, siswa-siswi Belanda itu pun menikmati selama berada di Surabaya. Ben mengaku siswa-siswinya sangat senang. “April 2020 kita tunggu siswa-siswi Smamda ke Belanda,” ungkapnya.

Kepala Smamda, Astajab mengatakan Lyceum Sancta Maria memang baru pertama datang ke Smamda. Dan sudah berkomitmen menjadi sister school.

Karenanya pada April mendatang siswa-siswi Smamda akan bertandang ke sana selama sepuluh hari.

“Ini langkah pertama Smamda untuk membangun jaringan dengan sekolah-sekolah di Eropa,” tandas Astajab.

Karena itu, Smamda akan mulai membuka pembelajaran bahasa asing khususnya yang ada di Eropa.

“Kita belum ada pembelajaran Bahasa Belanda. Tapi rencana akan kita adakan karena sudah ada partner di Belanda,” ungkapnya.

Ben Licumahuwa pun menegaskan akan membantu Smamda jika benar akan membuka pembelajaran Bahasa Belanda.

“Kita bantu, bisa belajar secara online jarak jauh dengan kita di Belanda langsung. Semua akan dimudahkan,” tukasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry