BERTEMU : Sekjen IKA UB Malang Suroto Gimin, saat bertemu dengan Ir Suhandoyo calon bupati Lamongan (ardhy/duta.co)

LAMONGAN | duta.co – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Alumni Universitas Brawijaya Malang Suroto menyatakan, Pilkada Lamongan 2020 saat ini merupakan pertarungan antara kepentingan rakyat melawan kepentingan elit.

” Saya menganggap Pilihan Bupati dan Wakil Bupati Lamongan tahun 2020 ini adalah pertarungan kepentingan rakyat versus kepentingan elit,” ujar Suroto Gimin, Minggu (25/10).

Dia mengatakan, pihaknya baru saja bertemu dengan mas Handoyo ngobrol dan berdiskusi. Seperti keakraban sesama alumni yang pernah kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

” Kami membicarakan blueprint arah pembangunan Lamongan ke depan, itu yang membuat saya lebih yakin untuk mendukung sepenuhnya beliau,” tutur Suroto panggilan akrabnya.

Mantan Sekjen GMNI Jatim tersebut mengungkapkan, sebagai representatif kalangan milenial, dia meyakini bahwa ketika Mas Handoyo terpilih, tidak ada garis intruksi dari elit atau parpol dalam intervensi pembangunan Lamongan.

” Yang ada hanyalah intruksi dari rakyat, artinya masukan-masukan dari rakyat menjadi referensi utama arah pembangunan Lamongan lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi Lamongan saat ini begitu miris. Berdasarkan data BPS 2019, Kabupaten Lamongan saat ini yang notabene paling deket dengan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur justru masuk dalam 10 besar Kabupaten miskin di Jawa Timur.

” Ini menjadi problem ketika sumber energi tersedia, panjang pantai sekian kilometer dan sumberdaya alam lainnya tidak bisa dioptimalkan,” tandasnya.

Oleh karenanya, dia menghimbau kepada generasi milenial atau pemuda dari Lamongan Selatan hingga Utara, Lamongan Timur hingga Lamongan Barat untuk solid mendukung paslon Suhandoyo-Astiti Suwarni.

” Mari kita bersatu padu, ajak kawan-kawan tetangga sekelilingnya untuk mendukung Mas Handoyo sebagai representatif rakyat untuk menjadi Bupati Lamongan,” imbuh Suroto.

Mantan Bacabup PDIP Lamongan itu mengatakan, untuk memajukan dan memakmurkan rakyat Lamongan, jangan lupa tanggal 9 Desember nanti coblos nomor urut 1 Suhandoyo-Astried (Astiti Suwarni).

Suroto menambahkan, sudah banyak diketahui masyarakat Lamongan secara luas. Bahwa jauh hari sebelum Mas Handoyo tampil di konstelasi Pilkada Lamongan sudah banyak yang dilakukan salah satunya Gapura Desa.

” Walau belum begitu menyeluruh tapi ini konkret. Selain itu beliau mencalonkan Bupati Lamongan hingga ketiga kalinya, sebagai pemuda ini merupakan contoh yang baik,” terang dia.

Lebih lanjut Suroto menuturkan, artinya demi kepentingan masyarakat luas, beliau tidak berputus asa, seperti ungkapan Tan Malaka “Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk” Masalah seperti kegagalan yang bertubi-tubi tapi kita terus mencoba.

Menurut dia, ini relevan dengan ungkapan Bung Karno “Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

” Nah beliau ini, mas Handoyo adalah role model Milenial atau Pemuda Lamongan saat ini yang sangat pantas untuk memimpin Lamongan ke depan,” jelas Suroto. ard

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry