SURABAYA | duta.co – Pemberian keris Sekjen Gerindra Ahmad Muzani kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Jumat (25/2) malam lalu, merupakan bentuk lamaran untuk 2024. Hal ini diungkapkan Pengamat Politik SSC Mochtar W Oetomo.

“Dalam perspektif Jawa, ketika seorang kesatria atau lelaki menghadiahkan sebuah keris pada seorang puteri atau perempuan melalui prosesi yang melibatkan orang lain atau diwakili itu artinya adalah sebuah lamaran, sebuah pinangan,” kata Mochtar , Senin (28/2/2022).

“Jadi dalam pandangan saya, hadiah keris dari Prabowo kepada Khofifah melalui Sekjen (Muzani) yang didampingi Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad tersebut adalah sebuah lamaran, Prabowo meminang Khofifah,” lanjutnya.

Mochtar menyebut, keris tersebut punya makna kuat sebagai pinangan politik. Di mana Prabowo sebagai Capres, dan Khofifah sebagai Cawapresnya.

“Keris dalam perspektif lakon pedalangan sering diilustrasikan dengan bahasa. Curiga Manjing Warangka. Curiga adalah bilah keris, Warangka adalah tempat memasukkan bilah keris. Bilah keris adalah simbol lingga atau laki laki, sedang Warangka adalah simbol yoni atau perempuan,” katanya.

“Pemberian hadiah keris Prabowo kepada Khofifah dalam posisi tertutup adalah bahasa simbolik akan adanya keinginan penyatuan antara lingga dan yoni. Penyatuan antara kekuatan lingga dan kelembutan dan keluasan yoni. Bisa jadi upaya menyatukan Prabowo-Khofifah adalah sebuah upaya yang serius,” sambungnya.

Secara teknis, Mochtar menyebut, wajar apabila Prabowo berusaha menggaet Khofifah sebagai wakilnya di Pilpres 2024. Pasalnya, Jatim selama ini menjadi titik lemah Prabowo.

“Dua kali kekalahan Prabowo dalam kontestasi Pilpres karena tidak mampu menang di Jatim. Memilih warangka (cawapres) dari Jatim adalah pilihan menarik dan Khofifah bisa merepresentasikan tiga kekuatan yoni sekaligus. Representasi kaum perempuan sebagai pemilih yang lebih banyak dari laki-laki. Representasi Muslimat dan NU. Representasi Jatim dengan pemilih terbesar kedua setelah Jabar,” bebernya.

Prabowo sendiri, lanjut Mochtar, membawa 3 kekuatan lingga. Simbol patriotisme dan nasionalisme karena berlatar belakang tentara. Lalu memiliki kekuatan pendukung yang loyal dalam 2 kali gelaran Pilpres.

“Dan Gerindra sebagai partai pemenang kedua. Perpaduan keduanya tentu patut diperhitungkan. Nasionalis-religius, patriot-teknokrat dan laki-perempuan. Jika Khofifah menerima pinangan Prabowo, maka keduanya bisa menjadi kombinasi pasangan pilih tanding,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani bertemu dengan Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (25/2) malam. Muzani memberi sebuah keris kepada Khofifah.

“Keris itu lambang pamor, lambang kekuatan. Mangkannya saya ini kenal beliau sudah lama, dan saya berharap beliau bisa memimpin Jatim lebih baik lagi. Sekali lagi, berbanggalah orang Jatim mendapatkan seorang gubernur, seorang perempuan yang kuat seperti beliau, Bu Khofifah,” kata Muzani di Gedung Negara Grahadi, Jumat (25/2/2022). Zal

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry