RAQQA | duta.co – Sejumlah perempuan Indonesia bersama anak-anaknya berhasil meloloskan diri dari markas kelompok militan negara Islam (ISIS) di Raqa, Suriah, pada Senin (13/6/2017). Mereka kini berada di kamp pengungsian Ain Issa, sekitar 50 km dari Raqqa.

Dikutip dari AFP, Kamis (15/6/2017), Leefa, salah satu perempuan itu, mengaku meninggalkan Indonesia dan pergi menuju Raqqa, markas ISIS di Suriah. Leefa mengira bahwa dirinya akan menuju surga dunia orang-orang yang beriman.

Dia dan keluarganya membayangkan akan dikelilingi orang-orang ‘beriman’ dan mendapat perawatan kesehatan gratis serta pekerjaan layak.  Leefa mengaku memiliki masalah kesehatan yang memerlukan operasi di leher. Jika di Indonesia, operasi itu sangat mahal. Dia dijanjikan operasi gratis bila datang ke Daesh (ISIS).

Setelah di Raqa, Leefa dan rekan-rekannya mengaku ‘terjebak’ di sana selama 22 bulan. Sebelum masuk penampungan pengungsi di Ain Isa, mereka telah diinterogasi oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF). SDF pun berencana untuk membebaskannya. hud, afp, mer

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan