LAMPUNG | duta.co – Tuntas sudah, pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2026 . Sembilan anggota Ahlul Halli wal-Aqdi (AHWA) menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam melalui sidang AHWA Kamis (23/12/2021) tengah malam hingga Jumat dini hari.

Lantunan doa dan ucapan selama terus mengalir. “Anggota Ahlul Halli wal Aqdi terus berdoa agar Kiai Mif mampu mengembam amanah ini dengan sebaik-baiknya. Bahwa, tantangan NU ke depan tidaklah kecil, karena NU menjadi potret besar dan punya kewajiban menjaga keutuhan NKRI,” demikian salah seorang peserta muktamar usai mendengar hasil sidang AHWA Jumat (24/12/21) dini hari.

Seperti kita tahu, AHWA langsung bekerja begitu panitia tuntas merekapnya. “Ini hasil tabulasi terakhir.  Kami yakin insya Allah beliau-beliau berkenan untuk menjadi Ahwa,” kata Ketua SC Muktamar ke-34 NU Lampung, Muhammad Nuh.

Anggota Ahlul Halli wal Aqdi terpilih ini kemudian menunjuk atau memilih Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui musyawarah mufakat, ini sesuai Anggaran Rumah Tangga Pasal 40 Ayat 1 Hasil Muktamar Ke-33 NU Tahun 2015 di Jombang. AHWA juga bisa memilih sosok di luar anggota AHWA. Tetapi, setelah musyawarah, AHWA memilih KH Miftachul Akhyar, meski pengasuh PP Miftachussunnah, Kedung Tarukan, Surabaya itu tidak berada di urutan terbesar suara pemilihnya. “Sejuk sekali, dan penuh doa. Jumat berkah,” tambahnya.

Suasana pemilihan Ketua Umum PBNU (FT/TV9)

Di media sosial nahdliyin terus beredar ucapan selamat. Termasuk dari PWNU Jawa Timur. “Selamat dan Sukses. KH Miftchul Akhyar, Rois Aam PBNU 2021-2026,” demikian Ketua dan Rois Syuriyah PWNUJatim, KH Marzuki Mustamar dan KH M Anwar Manshur yang beredar di dunia maya. Sampai berita ini diturunkan, pemilihan Ketua Umum PBNU masih sedang berlangsung. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry