
JOMBANG | duta.co – Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, kembali menorehkan sejarah. Setelah pernah menjadi salah satu pusat perjuangan ulama dan melahirkan banyak tokoh bangsa, pesantren yang berdiri sejak 1825 itu kini kembali dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 7 Juli 2026. Penunjukan ini dinilai bukan sekadar mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, tetapi juga karena nilai sejarah dan kontribusi besar Tambakberas terhadap perjalanan NU.
Pondok Pesantren Bahrul Ulum atau yang lebih dikenal sebagai Ponpes Tambakberas didirikan sekitar tahun 1825 oleh KH Abdus Salam di Dusun Gedang, wilayah Tambakberas, Jombang. Berdirinya pesantren bertepatan dengan masa Perang Diponegoro, ketika banyak ulama membangun pusat-pusat pendidikan Islam sebagai benteng perjuangan dakwah dan kebangsaan.

Seiring perjalanan waktu, pesantren ini berkembang menjadi salah satu pesantren tertua dan terbesar di Indonesia.
Perkembangan Tambakberas semakin pesat setelah diteruskan oleh para kiai penerus, termasuk KH Abdul Wahab Chasbullah, salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama. Dari pesantren inilah lahir berbagai gagasan keumatan, kebangsaan, serta kader-kader ulama yang berperan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Sebagai salah satu basis kelahiran NU di Kabupaten Jombang, Tambakberas memiliki hubungan yang sangat erat dengan sejarah organisasi. Tak heran jika pesantren ini dipandang memiliki legitimasi historis dan spiritual sebagai lokasi penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi NU.
Bagi Jombang, penunjukan ini bukan pengalaman pertama. Pada Muktamar ke-33 tahun 2015, Kabupaten Jombang juga sukses menjadi tuan rumah. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menyambut ribuan muktamirin dari seluruh Indonesia pada Muktamar ke-35 tahun ini.
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), menegaskan seluruh elemen pesantren telah bergerak melakukan persiapan. Selain membentuk tim khusus, pihak pesantren juga menyiapkan area parkir sekitar dua hektare dan berbagai fasilitas pendukung guna melayani sekitar 6.000 peserta muktamar.
Penunjukan Tambakberas juga dimaknai banyak kalangan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para muassis NU. Selain memiliki nilai historis, pesantren yang telah memasuki abad ketiga perjalanannya itu dinilai menjadi simbol kesinambungan perjuangan ulama dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan sejarah memasuki tiga abad, jaringan pendidikan yang luas, serta pengalaman menjadi tuan rumah agenda nasional, Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas diharapkan mampu menyelenggarakan Muktamar NU ke-35 dengan sukses sekaligus memperkuat peran Jombang sebagai Kota Santri dan salah satu pusat peradaban Nahdlatul Ulama di Indonesia.(din)





































