BOJONEGORO | duta.co – Tidak ada panggung dengan pertunjukan seni, juga balutan kemeja dan kebaya warna-warni dilengkapi dengan toga. Namun, justru dalam kesederhanaan itulah suasana Pelepasan dan Tasyakuran Siswa-Siswi Kelas VI SDN Dander III terasa menyentuh dan bermakna.

Cukup di ruang kelas, sebanyak 18 siswa melepas masa putih merah mereka dengan penuh rasa syukur, Kamis (19/6/2025). Disaksikan para guru dan orang tua, sebanyak 18 siswa melepas topi dan dasi merah sebagai tanda selesai menjalani proses belajar mengajar di SDN Dander III.

Suasana semakin menyentuh ketika 18 siswa menyanyikan lagu Hymne Guru, Terima Kasihku, dan diakhiri dengan Jasamu Guru. Tanpa terasa air mata pun menetes dari sebagian yang ada di ruangan.

Menurut Kepala Sekolah SDN Dander III, Mutianah,SPd, pelepasan siswa kali ini digelar tanpa biaya dari orang tua, menyusul adanya imbauan dari pemerintah yang melarang pengumpulan dana untuk kegiatan perpisahan di sekolah.

“Jadi sekolah memutuskan untuk membuat acara dengan konsep sederhana, tanpa biaya namun tanpa menghilangkan esensi penghargaan atas perjalanan belajar para siswa selama enam tahun. Kita tetap berusaha memberikan apresiasi tapi tanpa kemewahan,” ungkapnya di sela-sela acara pelepasan siswa, Kamis (19/6/2025).

Bagi Mutianah, keinginannya hanya berusaha memberi ruang bagi siswa untuk merayakan kelulusan, meski dalam format yang lebih sederhana. “Dan Alhamdulillah ini didukung oleh orang tua siswa,” tegasnya.

Dukungan orang tua pula yang membuat Kasno,SPd, wali kelas siswa, merasakan kebahagian mendampingi proses belajar siswanya.

“Tanpa dukungan orang tua tidak mungkin proses belajar siswa bisa seperti sekarang ini. Dari yang tidak tahu apa-apa menjadi lebih cerdas. Sungguh perkembangan yang luar biasa, meski terkadang ada dukanya namun lebih banyak sukanya,” akunya.

Untuk itu, Kasno tidak lupa di pelepasan kali ini juga menjadi momentum untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada siswa dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Semoga apa yang diterapkan di sini bisa menjadi bekal kelak di jenjang yang lebih tinggi. Meskipun kita akan berpisah, ingatlah bahwa ikatan yang kita ciptakan di sini akan tetap terjaga, layaknya keluarga,” tandasnya.

Setelah serangkaian acara, sebanyak 18 siswa dikembalikan secara simbolis kepada orang tua menandai telah selesai mengenyam pendidikan di SDN Dander III.

 

Momen mengharu biru saat siswa harus berpamitan dengan guru-guru mereka. Dan meninggalkan sekolah yang telah mengajarkan banyak hal, tidak hanya tentang ilmu pengetahuan saja melainkan Budi pekerti.

“Jadi nangis. Tidak ketemu lagi dengan guru dan sebagian teman,” ungkap Bifa, yang diamini Wahid. rum

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry