
Diselenggarakan oleh Searah Ketapang II Ltd., salah satu anak perusahaan Searah, kegiatan ini memperkenalkan Searah secara langsung kepada media sekaligus menyampaikan perkembangan operasi perusahaan di Jawa Timur.
Searah merupakan perusahaan energi independen hasil usaha patungan (joint venture) 50:50 antara PETRONAS dan Eni yang resmi berdiri pada 1 Juni 2026. Sebagai bagian dari transisi ke Searah, PC Ketapang II Ltd. (PCK2L) berganti nama menjadi Searah Ketapang II Ltd. setelah memperoleh persetujuan yang diperlukan.
Perubahan nama ini merupakan bagian dari penyatuan portofolio usaha di bawah Searah, dengan fondasi operasional yang telah dibangun tetap menjadi landasan bagi kelangsungan kegiatan usaha dan tanggung jawab perusahaan kepada para pemangku kepentingan.
Pimpinan Komunikasi Searah Ketapang II Ltd., Nabil Aswad M Hatta, menjelaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasi dan mengembangkan aset di Jawa Timur.
“Dengan pengalaman dan fondasi operasional yang telah terbangun, kami berkomitmen menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan potensi aset, serta mendukung ketahanan energi melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab,” ujar Nabil.
Dukungan dan koordinasi SKK Migas menjadi bagian penting dalam proses transisi PCK2L ke Searah. Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan, menyoroti pentingnya keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan dalam mendukung ketahanan energi nasional serta mendorong kontribusi ekonomi dan sosial bagi daerah. “Kehadiran Searah menjadi bagian dari perkembangan industri hulu migas di Jawa Timur.
Keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan perlu didukung koordinasi yang baik antara perusahaan, SKK Migas, pemerintah daerah, masyarakat, dan media agar kegiatan operasi berjalan aman dan bertanggung jawab serta memberikan manfaat bagi wilayah sekitar,” terang Febrian.
Di Jawa Timur, Searah Ketapang II Ltd. mengelola Wilayah Kerja Ketapang dan North Ketapang, dengan kegiatan yang mencakup produksi, pengembangan lapangan, serta eksplorasi.
Lapangan Bukit Tua di Wilayah Kerja Ketapang yang berproduksi sejak 2015 telah menjadi bagian dari pasokan energi bagi Jawa Timur selama lebih dari satu dekade. Upaya mengoptimalkan potensi lapangan ini berlanjut melalui pengeboran sumur NZ3 yang dimulai pada September 2026, dengan produksi gas juga ditargetkan pada tahun ini.
Di wilayah kerja yang sama, pengembangan Lapangan Bukit Panjang menjadi bagian dari upaya Searah Ketapang II Ltd. untuk meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya gas.
Sementara itu, kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja North Ketapang membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut. Penemuan hidrokarbon melalui pengeboran sumur Barokah-1 pada Februari lalu memperkuat pemahaman mengenai potensi Cekungan Madura Utara dan menjadi dasar bagi evaluasi lanjutan atas peluang pengembangan sumber daya di wilayah tersebut.
Selain mengembangkan aset, Searah Ketapang II Ltd. juga terus melanjutkan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada pendidikan, pelestarian lingkungan, dan diversifikasi ekonomi. Program dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, SKK Migas, dan pemangku kepentingan setempat.
“Keberlanjutan operasi berjalan seiring dengan tanggung jawab kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja. Kami berkomitmen menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan setempat dan ketentuan yang berlaku serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan,” jelas Fery.
Seiring dengan perkembangan proyek, Searah Ketapang II Ltd. juga akan melanjutkan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat guna mendukung pemahaman mengenai kegiatan operasional dan perkembangannya.




































