
PASURUAN | duta.co – SDN Kedawungkulon II kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi di bidang pendidikan dengan meluncurkan aplikasi KEDASI SOAL (Kedawungkulon II Digital Aplikasi Soal). Aplikasi berbasis digital ini dirancang untuk membantu guru dalam menyusun soal secara lebih mudah, cepat, dan berkualitas.
KEDASI SOAL berfungsi sebagai generator soal sekaligus bank soal sekolah. Melalui sistem ini, guru dapat membuat berbagai jenis soal, mulai dari pilihan ganda hingga uraian, hanya dengan memasukkan materi dan indikator pembelajaran. Sistem kemudian akan menghasilkan soal yang masih dapat disesuaikan kembali sesuai kebutuhan.
Kepala SDN Kedawungkulon II, Eni Cahya Wijayati, mengatakan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan guru dalam menyusun instrumen penilaian yang selama ini cukup menyita waktu.
“Pembuatan soal sering menjadi pekerjaan yang memakan waktu. Dengan adanya KEDASI SOAL, guru dapat menyusun soal lebih cepat tanpa mengurangi kualitas, bahkan menjadi lebih variatif,” ujarnya.
Selain mempercepat proses pembuatan soal, aplikasi ini juga dinilai mampu meningkatkan kualitas penilaian pembelajaran. Soal yang dihasilkan lebih sistematis, sesuai tujuan pembelajaran, serta memiliki variasi tingkat kesulitan, termasuk soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills).
Para guru pun menyambut baik kehadiran KEDASI SOAL. Salah satu guru mengungkapkan bahwa aplikasi ini sangat membantu dalam menyusun soal untuk evaluasi harian maupun penilaian akhir.
“Dengan KEDASI SOAL, saya tidak perlu membuat soal dari awal. Cukup memasukkan materi, lalu sistem membantu menyusun soal yang bisa langsung digunakan atau diedit,” ungkapnya.
KEDASI SOAL juga mendukung terbentuknya bank soal digital sekolah. Soal yang telah dibuat dapat disimpan, dikelompokkan, serta digunakan kembali oleh guru lain, sehingga mendorong kolaborasi dalam penyusunan instrumen penilaian.
Menariknya, aplikasi ini terintegrasi dengan KEDASI RPP, yang digunakan untuk menyusun perencanaan pembelajaran. Keduanya saling melengkapi dalam mendukung administrasi pembelajaran, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi dalam satu ekosistem digital.
Tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, inovasi ini juga mulai diperluas melalui kegiatan pengimbasan ke sekolah lain. Kepala sekolah secara aktif membagikan praktik penggunaan KEDASI SOAL kepada sekolah-sekolah di Gugus Sekolah 1 Kecamatan Grati, serta ke SMPN 7 Malang.
Inovasi ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem digital pembelajaran di SDN Kedawungkulon II. Melalui integrasi KEDASI RPP dan KEDASI SOAL, sekolah kini memiliki sistem yang mendukung pengelolaan pembelajaran secara lebih efektif, efisien, dan modern.
Ke depan, SDN Kedawungkulon II berharap KEDASI SOAL dapat terus meningkatkan kualitas penilaian pembelajaran sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan, serta memberi manfaat lebih luas bagi sekolah lain. (Puj)





































