WISUDA: Para siswa-siswi SDI Darussalam Sekolah Sang Juara foto bersama dalam acara PKJ wisuda kelas 6. (duta.co/dok rumah zakat)

SURABAYA | duta.co -SDI Darussalam Sekolah Sang Juara telah melangsukan  Pekan Kreasi Juara (PKJ). PKJ adalah kegiatan rutin tiap tahun dilaksanakan sekolah dengan agenda wisuda kelas 6 dan pertunjukan  siswa siswi dari berbagai kreasi seni.

Pada tahun ini SDI Darussalam-Sekolah Sang Juara mewisuda 26 siswa yang terdiri dari 10 siswa putri dan 16 siswa putra. Selain wisuda dalam kegiatan PKJ 2018, sekolah menampilkan siswa siswi dalam seni pertunjukan berupa, tari, pantomin,  banjari, angklung, puisi dan paduan suara.

Direktur Indonesia Juara Foundation (IJF) M. Shobirin menyampaikan motivasi dan pesan khusus kepada wisudawan dan wali murid, untuk selalu menuntut ilmu setinggi mungkin, tidak perlu minder  karena keadaan ekonomi yang kekurangan.

“Orang tua harus selalu memberi support ke anak supaya mencapai impian setinggi mungkin. Jangan sampai orang tua mematahkan semangat anak dalam meraih cita-cita dengan berbagai kondisi yang dialami keluarga baik dari sisi keilmuan maupun keuangan,” jelasnya.

Tanpa sungkan beliupun mendatangi barisan tempat duduk para wisudawan  untuk memastikan setiap anak juara punya cita-cita ingin membuat apa, bukan lagi menjadi apa. Karena,  menurut beliau profesi yang hari ini ada 10 atau 15 tahun kedepan sudah tidak ada.

Namun jika anak punya impian untuk membuat atau menemukan sesuatu,  maka dia akan terus berjuang sampai keinginannya terwujud. Diantara siswa ada yang menjawab ingin membuat membuat rumah sakit, masjid, mushola, panti asuhan, perusahaan,  sekolah, pondok pesantren dan banyak lagi.

“Janganlah kita mengajarkan anak untuk bercita-cita menjadi apa,  tapi ajarkanlah mereka mau membuat apa.  Karena profesi yang saat ini ada,  bisa jadi 10 atau 15 tahun lagi sudah tidak ada.” Ungkap beliau dengan semangat memotivasi peserta.

Turut hadir juga dalam acara PKJ ini Branch Manager Rumah Zakat Surabaya (Aditya Evan),  Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah Darussalam (Sulistyaningsih),  ketua Yayasan Al Kamil Surabaya (HRM.  Kamil Sutastito),  Manager Klinik Rumah Bersalin Gratis Surabaya (Bu Niken) dan Kepala Sekolah SD Juara Surabaya (Suradin).

Saat prosesi wisuda berlangsung ada moment mengharukan dimana para siswa,  guru dan wali murid meneteskan air mata haru, bangga serta bahagia saat para wisudawan menyanyikan lagi “Terimakasih Guruku” dan pembacaan puisi oleh Novia dan Alya.

Selain wisuda dan penampilan seni dari siswa, dalam acara PKJ 2018 juga dilakukan pemberian penghargaan kepada siswa dan siswi yang memiliki prestasi. Diantara siswa berprestasi dalam bidang akademik diberikan kepada ananda MM. Abiyu Amanullah, Achmad lulusan dengan hafalan terbanyak Serta  Nouvia Ainun Fitri siswa dengan kecakapan interpersonal yang baik.

Andi Muliya selaku orang tua wali murid dari ananda MM. Abiyu Amanullah menyampaikan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Rumah Zakat dan IJF yang telah memberikan perhatian, bimbingan penuh kepada siswa-siswinya selama kirin waktu 6 tahun dengan segala lika liku perjuangan dan pengorbannya.

Sesi terakhir kegiatan PKJ adalah parenting oleh Ust.  Rully Agus Candra dari Kialita Pendidikan Indonesia (KPI) dengan tema “Menjadi orang tua hebat di era milineal”. Intinya, orang tua harus bijak memberikan fasilitas kepada anak misalnya gadget dan akses akses  kepada putra putrinya  agar tidak terjerumus ke hal- hal yang negatif, yang mampu merusak generasi milenial ini.

“Pentingnya memilih sekolah dan lingkungan yang baik untuk anak.  Karena faktor pembentuk sikap anak ada tiga,  yaitu sekolah,  keluarga dan lingkungan,” ujarnya. (imm)

Tinggalkan Balasan