SURABAYA | duta.co – Ahad (15/5/22), berseliweran kembali video pendek (berdurasi 26 detik) Gus Dur menjelaskan soal posisi PKB. Tampak di sebelahnya, putri Gus Dur Mbak Yenny Wahid (Zannuba Ariffah Chafsoh Abdurrahman Wahid).

“Saya ini pendukung PKB. Tetapi, begitu tahu partai besutan Gus Dur mereka colong dengan bantuan pemerintah, mereka tikam Gus Dur rame-rame dari belakang, saya tidak mungkin berada di dalamnya. Saya tidak tega melihat beliau dan keluarga terdholimi,” demikian tulis salah seorang dari group WA nahdliyin dengan menyertakan imoji menangis.

Tidak lama, muncul komentar warga NU yang mengaku masih setia mengikuti PKB, meski tidak masuk dalam kepengurusan. “Banyak saudara saya menjadi anggota dewan dari PKB. Saya sendiri bukan pengurus PKB, tetapi, masih tetap berharap partai ini menjadi alat perjuangan Gus Dur,” tulisnya.

Ada juga yang berharap kepada NU dan Mahfud MD. “NU (dulu) yang menfasilitasi PKB, maka, NU harus mengambil peran meluruskan. Bukan seperti sekarang, Ketum PKB sudah berani menyindir Ketum PBNU, dan merasa tidak akan berpengaruh omongan Ketum PBNU terhadap konstituen PKB. Masih banyak kader Gus Dur yang mumpuni. Pak Mahfud MD sudah waktunya berjuang mengambil-alih PKB,” jelasnya.

Dalam video pendek (berdurasi 26 detik) itu, Gus Dur memang menjelaskan soal posisi PKB. Bahwa partai ini dicuri oleh Muhaimin Iskandar dengan bantuan pemerintah. “PKB itu diambil Muhaimin Iskandar, dicuri. Dicuri dengan bantuan pemerintah,” demikian Gus Dur dalam video tersebut.

Kata ‘pemerintah’ yang tersampaikan oleh Gus Dur ini, juga menjadi perhatian nahdliyin. “Saat itu, kalau tidak salah, presidennya SBY (Susilo Bambang Yudhoyono red.),” tulis yang lain.

Siap Menghadang
Ahmad Arizal

Ketua  DPW Barisan Kader  Gus Dur (BGD) Jatim Ahmad Arizal, terang-terangan bahwa Muhaimin  Iskandar telah mengkhinati Gus Dur.“Kami tidak pernah melupakan kekejaman politik Imin Cs terhadap cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari tersebut.  Kita tidak bisa melupakan atas pelengseran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB yang dilakukan Muhaimin Iskandar cs. Ini sangat  menyakitkan. Bayangkan, sampai Gus Dur wafat, Imin Cs tidak minta maaf dan dia tidak punya malu,” tegasnya.

Menurutnya, putusan pengadilan (Kasasi) MA tanggal 18 Juli 2008, menyatakan kepengurusan DPP PKB dikembalikan ke Hasil Muktamar Semarang, di mana Gus Dur sebagai ketua dewan syuro. Artinya MLB Parung maupun MLB Ancol tidak ada yang sah dan harus ISLAH.

“Namun ironisnya, sejak saat itu Gus Dur justru tidak dilibatkan sama sekali oleh Imin. Ini yang aneh, dan mereka tega melakukan itu,” tambahnya.

Modus politik jahat itu,  dilakukan dengan culas. Posisi Gus Dur digantikan secara semana-mena oleh Imin dengan memasukkkan KH Aziz Mansur (Alm). Setelah itu, lebih ironis lagi, Kiai Aziz juga diperlakukan sama. “Politik model begini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Maka, lanjutnya, kami Barikade Gus Dur Jawa Timur, tidak akan melupakan sejarah dan perlakuan Imin terhadap Gus Dur dan keluarganya, apa yang dilakukan Imin membawa-bawa nama Gus Dur karena ada obsesi menjadi Capres 2024. “Akan kami hadang. Kami akan menolak dan siap menghadang Imin maju sebagai Capres 2024,” urainya.

Menurut Ahmad Arizal, DPW Barikade Gus Dur Jatim melarang PKB menggunakan nama, foto atau gambar dan suara Gus Dur. Itu sudah tertuang dalam Intruksi atau surat wasiat Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB tertanggal 3 November 2008 kepada Abdul Muhaimin Iskandar dalam Surat Nomor: 3750/DPP-01/IV/A.1/XI/ 2008, Gus Dur selaku Ketua Umum Dewan Syuro PKB sudah menyampaikan hal penting.

“Melarang dengan keras penggunaan foto maupun gambar dan suara saya dalam seluruh kegiatan yang Saudara dan jajaran Saudara lakukan karena kegiatan-kegiatan yang saudara laksanakan tanpa berpijak pada AD/ART dan PP PKB,” pungkasnya. (ma)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry