SITUBONDO | duta.co – Sundari (49) warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo yang terpapar Covid-19 kehilangan indra penciuman dan rasa menuturkan bahwa, keberhasilannya isolasi mendiri dalam melawan ganasnya virus corona berkat doa dan motivasi famili serta kunjungan tim tracing Puskesmas Panji yang memberikan obat-obatan serta anjuran cara isolasi mandiri yang baik, Kamis (1/7/2021).

“Kemungkinan besar, saya tertular virus corona dari tahlilan yang berlangsung di rumah saya. Saat itu, keluarga saya meninggal dunia karena penyakit diabetes dan serangan jantung. Kala itu, banyak famili yang datang dari luar daerah bertajiah ke rumah saya,” jelas Sundari mengawali kisahnya.

Sundari menjelaskan, kesembuhannya dalam melawan keganasan virus korona selama menjalani isolasi mandiri berkat doa dan motivasi rekan sejawat serta kunjungan tim tracing Puskesmas Panji yang rajin memberikan obat-obatan dan memberikan anjuran dalam meningkatkan imunitas.

“Selama isolasi mandiri saya sekeluarga terus berdoa dan mematuhi anjuran tim tracing Puskesmas Panji yang rajin mengunjungi rumah dan memberikan motivasi dalam meningkatkan imunitas. Alhamdulillah, setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, 5 orang dalam keluarga saya yang terkonfirmasi Covid-19, dinyatakan sembuh,” jelas Sundari.

Lebih lanjut, Sundari menjelaskan, dalam isolasi mandiri tim tracing Puskesmas Panji terus memberikan motivasi baik via telepon maupun mengkunjungi rumah untuk mengkontrol kondisi kesehatan keluarganya. “Untuk meningkatkan imunitas ada beberapa cara, diantaranya berdoa, pikiran positif, mendapat motivasi dari rekan sejawat via telepon dan mendapat perhatian dari tim tracing serta patuhi nasehat-nasehat yang tertuang dalam protokol kesehatan Covid-19,” tuturnya.

Salah satu kunci untuk meningkatkan imunitas, sambung Sundari, harus berpikiran positif dan selalu mendekatkan diri kepala Allah SWT dengan cara mengkumandangan ayat-ayat Suci Al Qur’an, perbanyak dzikir dan lain sebagainya. Selain itu, berjemur, minum obat-obatan yang diberikan oleh tim tracing serta istirahat yang cukup dan yang tidak kalah pentingnya pikiran harus tenang.

Sundari juga menjelaskan, terkait dengan isolasi mandiri, masyarakat harus mengetahui kiat-kiat isolasi mandiri yang petugas kesehatan agar kesehatannya cepat pulih. “Saat saya menjalani isolasi mandiri di rumah tidak lepas masker, kamar harus terpisah dan pastikan sirkulasi udara nyaman. “Asupan makan makanan dengan gizi seimbang yang disarankan tenaga kesehatan Puskesmas Panji juga saya lakukan,” sarannya.

Sebisa mungkin, sambung Sundari, bagi pasien yang isolasi mandiri agar tidak mendiagnosis atau memvonis diri sendiri, kalau memungkinkan pasien harus terus berkonsultasi dengan dokter maupun petugas kesehatan yang lainnya, apabila timbul gejala yang dirasa berat, perlu untuk menghubungi dokter. “Bagi yang sedang menjalani isolasi mandiri, maka kita harus terus berpikir positif agar energi kita tidak terbuang sia-sia, kita harus fokus melawan virus corona sesuai anjuran tenaga kesehatan,” terangnya.

Selama 14 hari menjalani isolasi mandiri di rumah, kata Sundari, sekeluarga kompak olahraga sambil berjemur disamping rumah, mengaji dan berdzikir untuk menenangkan pikiran, mengkomsumsi makanan bergizi dab berimbang, minum obat-obat secara teratur serta istirahat yang cukup dan percaya diri bisa menghadapi cobaan hidup ini. “Untuk menghindari penularan Covid-19, saya imbau kepada masyarakat agar patuh dengan protokol kesehatan Covid-19,” imbaunya.

Sementara itu, Hermawan, adik ipar Sundari yang ikut terpapar positif Covid-19 menjelaskan bahwa, dirinya sekeluarga bisa melawan serangan virus corona dibantu motivasi dan pengobatan oleh tim tracing serta dokter Puskesmas Panji.

“Alhamdulillah, atas kesembuhan yang diberikan Allah SWT dan bimbingan serta perawatan medis yang diberikan tim tracing Puskesmas Panji serta dokter Puskesmas Panji yang berkunjung ke rumah untuk merawat saya sekeluarga,” tuturnya.

Sekedar informasi, satu bulan yang lalu, keluarga Sundari, terkonfirmasi Covid-19. Penularan tersebut, diduga dari takjiah dan tahlilan di rumahnya. Selanjutnya, setelah Sundari kehilangan indra penciuman, Hermawan adik iparnya menghubungi salah satu petugas kesehatan Puskesmas Panji, kemudian dilakukan rapid antigen dan PCR oleh tim tracing Puskesmas Panji dan hasilnya satu keluarga terkonfirmasi positif Covid-19. (her)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry