Tim gabungan dari Polsek Dongko jajaran Polres Trenggalek dibantu Basarnas Pos Karangsuko serta warga sekitar sedang melakukan pencarian terhadap korban yang tenggelam di Sungai Kedung Bendo. (DUTA.CO/HAMZAH)

TRENGGALEK | duta.co — Prayoga Roni Saputra (16), pelajar asal RT 22 RW 5 Dusun Klangsur Desa/Kecamatan Dongko bersama temannya yang masih bertetangga, Andi Widodo (15) terseret arus sungai Kedung Bendo yang letaknya masih di wilayah desa setempat saat memancing ikan di sungai itu. Diduga keduanya tidak mengetahui jika ada air bah yang datang secara tiba-tiba hingga tak mampu menyelamatkan diri, keduanya tenggelam bersama derasnya arus air bah, Jum’at (23/2/2018) pukul 14.00 WIB.

Prayoga Roni bisa ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan dengan beberapa luka di tubuhnya tersangkut pada rerimbunan pohon bambu oleh tim gabungan dari Polsek Dongko jajaran Polres Trenggalek yang dibantu Basarnas Pos Karangsuko serta warga sekitar. Jenazah Prayoga ditemukan di radius beberapa ratus meter saja dari tempat nongkrong memancignya pukul 21.30 WIB atau sekitar 7 jam dari kejadian. Sedangkan Andi Widodo hingga kini masih dalam proses pencarian.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo melalui Kasubag Humas Polres Iptu Supadi membenarkan kejadian arus bah yang memakan korban dua pelajar saat memancing di Sungai Kedung Bendo Dusun Klangsur Desa/Kecamatan Dongko.

“Memang ada korban pelajar yang merupakan warga setempat saat sedang memancing ikan di kali itu karena terseret arus bah yang datangnya dari hulu, namun tak diketahuinya,” katanya.

Iptu Supadi menjelaskan, kedua pelajar itu berkendara sepeda motor yang diparkir di bibir sungai, karena pasca kejadian petugas menemukan satu unit sepeda motor bernopol AG 3095 ZC.

“Kedua korban ini datang ke sungai petaka dengan membawa sepeda motor dan kini masih kita amankan untuk penyidikan,” jelasnya.

Dikatakannya, kondisi cuaca di tempat kejadian perkara memang tidak sedang hujan deras, namun mungkin saja untuk daerah yang di atas atau sekitar hulu sedang terjadi hujan deras hingga akibatkan air bah sumbangan dari lereng pegunungan.

“Tadi sempat beberapa saksi yang kita korek informasinya, datangnya air bah seperti gelombang dengan ketinggian mencapai 7 meter. Kedua korban sudah diteriaki saksi namun sepertinya  takdir berbicara lain,” tuturnya.

Kini jenazah Prayoga Roni Saputra yang berhasil ditemukan tim telah mendapat visum di Puskesmas Dongko sekaligus secepatnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapat penghormatan terakhir dari kerabatnya. Sedangkan korban  Andi Widodo dalam proses pencarian dengan batas waktu yang belum ditentukan.

“Korban Andi Widodo masih dilangsungkan pencariannya, mudah-mudahan segera ditemukan,” pungkasnya. (ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.