PAPUA | duta.co – Selain diwajibkan untuk menjaga stabilitas keamanan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY juga diwajibkan untuk bisa menjadi seorang tenaga pendidik.

Hampir saban hari, Satgas memberikan beberapa mata pelajaran bagi anak-anak yang berada di daerah perbatasan itu. Blusukan di kampung-kampung pun, rela dilakukan oleh prajurit asuhan Letkol Inf Taufik Hidayat demi mewujudkan generasi muda yang cerdas dan berkarakter.

“Sebelumnya sudah kita tegaskan, pendidikan harus bisa diwujudkan di daerah perbatasan ini,” kata Dansatgas, Jumat, (9/7/21) pagi.

Pendidikan, kata Letkol Taufik, seakan menjadi pondasi utama bagi anak-anak perbatasan untuk bisa menggapai cita-citanya. “Ada istilah kan, ilmu itu jendela dunia,” bebernya.

Dirinya mengungkapkan, minimnya tenaga pendidik di daerah perbatasan itu, seakan mengundang keprihatinan tersendiri bagi dirinya. Pasalnya, tanpa tenaga pendidik, kecerdasan anak-anak di daerah perbatasan pun mustahil untuk bisa terwujud. “Jadi, kami juga harus bisa jadi guru bagi anak-anak disini,” pungkasnya. (nzm)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry