SIDOARJO | duta.co – Demi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS, Satgas TMMD ke-106 Kodim 0816 Sidoarjo menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menggelar penyuluhan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan berkeliling ke berbagai Posyandu, Rabu, (9/10/19).

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Neni, Sumiyati SKM menyampaikan, penyuluhan Germas tahun 2019 difokuskan pada pencegahan stunting dan peningkatan cakupan imunisasi.

“Kalau di 2018 tahun lalu terfokus pada gerakan makan sayur dan buah, aktifitas fisik dan olahraga, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala, di tahun ini, kita fokuskan pada stunting dan cakupan imunisasi,” terangnya.

Lebih lanjut, Neni menambahkan, Pencegahan tersebut sangat penting untuk dipahami masyarakat karena berpengaruh pada kemampuan fisik, emosi, dan IQ masa depan anak.

“Anak pendek itu banyak, tapi harus diketahui apakah stunting atau tidak. Kalau tidak dicegah, gimana nanti ke depan. Jaman sekarang sekolah saja diukur tingginya, cari kerja juga begitu,” imbuhnya.

Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

Sementara itu, terkait dengan cakupan Imunisasi, di Desa Kupang Kecamatan Jabon masih dirasa susah. Padahal, imunisasi wajib dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit, dan menambah sistem imun anak

“Susah sekali cakupan imunisasi ini. Apalagi setelah mendengar kabar vaksin Measle-Rubella (MR) yang dikatakan haram. Memang benar mengandung babi, tetapi MUI sudah mengeluarkan fatwa jika vaksin tersebut dibutuhkan bagi kesehatan hukumnya mubah. Jadi ini kita sampaikan ke masyarakat bahwa tetap wajib mulai usia 0-19 tahun. Dengan adanya penyuluhan ini masyarakat diharapkan lebih mengutamakan upaya promotif preventif,” paparnya.

“Upaya promotif preventif ini disamping murah juga mudah dan mereka kita harapkan lebih sehat ke depannya, yang sehat tetap sehat yang sakit menjadi sehat,” tandasnya.

Selain materi mengenai Germas, juga ada pengetahuan mengenai HIV AIDS pada masyarakat. Pengetahuan tentang salah satu penyakit mematikan ini diperlukan sebagai upaya mencegah penyebaran virusnya.

“Kita membekali masyarakat mengenai pencegahan HIV AIDS itu  seperti apa. Biar masyarakat juga tau tentang penularannya,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan, Pengurus RW & RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader kesehatan, kepala keluarga, ibu hamil, ibu menyusui, ibu Balita dan anaknya di masing-masing wilayah Posyandu se-Kecamatan Jabon kabupaten Sidoarjo. (nzm/loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry