
MAGETAN | duta.co – Sudah tiga pekan lebih pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-118 Kodim 0804/Magetan di desa Plangkrongan berjalan. Kegiatan TMMD tinggal menyisakan beberapa hari lagi dari waktu yang ditentukan.
Beberapa pekerjaan yang belum selesai pun dikebut sebelum penutupan TMMD. Pengecoran jalan rabat beton sepanjang 2.602 meter sudah mencapai 90 persen, rehap Masjid Al Fatah RT 028/RW 003 Dusun Keron sudah mencapai 77 persen, rehab Musala Roudhotul Jannah di RT 021/RW 003 Dusun Keron 78 persen, dan pembangunan saluran air di Dusun Beji dan Keron, sepanjang 825 meter juga tuntas. Kini pencapaian sasaran 80 persen.
Sisa waktu sebelum pelaksanaan TMMD ditutup, tidak disia-siakan oleh anggota Satgas untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat setempat, terlebih saat waktu istirahat, di sela-sela pekerjaan.
Seperti Praka Rinal Jonarivin, salah satu anggota Satgas TMMD asal satuan Lanud Iswayudi Madiun ini terlihat akrab dengan warga yang membantu dalam pengecoran jalan. Di sela-sela istirahatnya, mereka bercengkerama dengan penuh kebersamaan, Senin (9/10/2023).
Dansatgas TMMD, Letkol Inf Dani Indrajaya, SIP mengungkapkan bahwa cara yang paling cepat digunakan untuk merebut hati masyarakat adalah dengan berbaur langsung dengan masyarakat.
“Terlebih saat pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (MMD), adalah cara yang tepat untuk dekat dengan masyarakat. Dimana banyak warga terlibat langsung dalam pengerjaan progam TMMD,” ungkapnya.
Ditambahkannya, inilah hakikat dari adanya TMMD, pembangunan infrastruktur umum masyarakat dengan dibarengi pembangunan dan penguatan kedekatan, gotong-royong serta kepedulian sosial, melalui penyisipan pesan dan ajakan saat berinteraksi di sela-sela pekerjaan. Pangkalnya adalah kemanunggalan TNI-Rakyat.
“Pelibatan masyarakat dalam membangun, juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap apa yang telah dikerjakannya,” pungkas Dansatgas. rum








































