Ketua Satgas Penanganan Covid-19 di Unisma, sekaligus Wakil Rektor II Unisma, Dr H Noor Shodiq Askandar  SE MM. (DUTA.CO/IST)

MALANG | duta.co – Universitas Islam Malang (Unisma) dalam menghadapi wabah virus Corona langsung cepat tanggap membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan. Langkah prioritasnya ialah dengan segera akan memeriksa kesehatan 17 ribu warga kampusnya. Ini merupakan antisipasi dan memberikan rasa aman bagi civitas akademikanya.

Menurut Ketua Satgas yang juga Wakil Rektor (WR) II Unisma, Dr H Noor Shodiq Askandar  SE MM, pembentukan Satgas ini merupakan langkah Unisma untuk mencegah dan mengamankan lingkungan kampus. Termasuk di dalamnya melakukan screening atau pemeriksaan kesehatan bagi seluruh keluarga besar kampus hijau ini. Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di kampus kebanggaan NU ini memang tidak ingin setengah-setengah.

“Saat ini screening kepada 17 ribu warga civitas akademika sedang berjalan, dan data langsung diolah untuk mendeteksi orang dalam katagori ODR, OPD, atau PDP. Tak terkecuali dosen, mahasiswa dan seluruh karyawan Unisma. Ini merupakan antisipasi dan memberikan rasa aman bagi kita semua,” ungkap Noor Shodiq, saat dihubungi lewat ponselnya, Ahad (22/03/2020).

Dipaparkannya, Satgas ini berencana melakukan penelusuran bagi orang-orang yang terindikasi dapat tertular atau menularkan virus Corona. Setelah upaya pendataan tersebut maka lebih lanjut satuan tugas ini memberikan saran dan masukan kepada pihak rektor untuk melakukan langkah-langkah efektif.

Masih kata Noor Shodiq, Satgas Covid-19 Unisma sendiri meliputi tim dari fakultas dan juga tim pusat. Tim pusat terdiri dari pihak Rektorat didukung oleh Fakultas Kedokteran dan program studi Farmasi juga Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma. Tim ini merupakan gabungan dari berbagai pihak yang berkompeten dalam hal penanganan Covid-19.

“Sedangkan untuk tim kecil yang ada di tiap fakultas di Unisma diketuai oleh masing Wakil Dekan II. Jadi nantinya penangannya terintegrasi dan komprehensif,” ujar Ketua Satgas Covid 19 Unisma ini.

Ada pun langkah Satgas Unisma dalam menyingkapi wabah Covid 19 ini, kata dia, di antaranya dengan menginstruksikan kepada seluruh civitas akademika dalam menjalankan perkuliahan mengedepankan sistem daring atau online, menggunakan sistem WAG, maupun penugasan. Ini sebagai upaya Unisma untuk meminimalisir perkuliahan yang bersifat tatap muka.

Sosialisasi terhadap bahaya Covid-19 ini juga telah gencar dilaksanakan oleh Unisma. Instruksi lainnya berupa anjuran untuk tetap tinggal di Kota Malang kepada seluruh mahasiswa maupun dosen kampus kebanggaan Nahdlatul Ulama ini. Satgas ini juga memberikan fasilitas hand sanitizer di seluruh titik-titik strategis di lingkungan kampus.

“Program penyemprotan Disinfektan di seluruh ruang dan wilayah kampus juga akan kami segera lakukan,” ujar Wakil Rektor II ini.

RSI-Unisma sendiri sebagai rumah sakit pendidikan, telah membuka diri dan saat ini telah resmi ditunjuk oleh Pemerintah dalam menangani pasien Corona, khususnya untuk warga Nahdlatul Ulama.

Satgas Unisma juga memberi bantuan hand sanitizer kepada masjid-masjid yang dirasa sangat membutuhkan. Namun karena keterbatasan bahan, produksi hand sanitizer Unisma tidak bisa dibagikan secara luas. (dah)

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry