UNTUK MASYARAKAT : Produk hand sanitizer buatan mahasiswa Unusa yang siap untuk membantu masyarakat luas. DUTA/istimewa

Hand Sanitizer dan masker menjadi barang yang sangat sulit dicari di pasaran. Kalau pun ada, harganya sangat mahal, bisa berkali-kali lipat dari harga sebelumnya. Karena itu, banyak pihak terutama kampus yang membuat hand sanitizer sendiri dengan bahan-bahan yang sudah ada dan tentunya dalam proses uji laboratorium.

Salah satu yang mencoba membuat hand sanitizer adalah Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mahasiswa Fakultas Kedokteran. Satgas dan mahasiswa membuat hand sanitizer dari bahan-bahan yang aman seperti etanol,gliserin dan aquades.

Ketua tim Satgas Covid-19 Unusa dr M Fifin Kombih memandu sekaligus memantau proses pembuatan mulai dari bahan, takaran dan sebagainya. Bahkan dr Fifin menjamin takaran dan bahan sudah sesuai standar yang ditetapkan Badan Pengawasan Obat dan makanan (BPOM).

Satgas Covid-19 Unusa membuat 100 botol hand sanitizer sendiri. Ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hand sanitizer di lingkungan Unusa. “Hand sanitizer ini kami buat nantinya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di kawasan Unusa,” jelas Ketua Tim Satgas Covid-19 Unusa, dr M Fifin Kombih, Jumat (20/3/2020).

Pembuatan hand sanitizer ini melibatkan mahasiswa untuk menambah keterampilan. “Jadi mereka bisa mengetahui bagaimana cara membuat hand sanitizer sendiri,” beber Fifin.

Proses pembuatan sanitizer ini sesuai prosedur dan standar kebersihan. DUTA/istimewa

Pria berusia 35 tahun ini menjelaskan jika hand sanitizer ini dapat dibuat oleh masyarakat. Namun dirinya mengingatkan untuk sesuai takaran dari BPOM.  “Karena itu sesuai dengan standard dari WHO yang sudah disesuaikan,” bebernya.

Nantinya hand sanitizer ini masih harus di didiamkan dalam botol selama 72 jam atau tiga hari. “Itu untuk memaksimalkan kinerja hand sanitizer itu,” jelas Fifin.

Dalam pembuatan hand sanitizer ini dilihat langsung oleh Rektor Unusa Prof. Dr. Ir Achmad Jazidie, M.Eng dan Wakil Rektor 1 Unusa Prof. Kacung Marijan, Ph.D yang memberikan suport untuk Satgas Covid-19 Unusa dan mahasiswa.

Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie, MEng menyambut baik langkah Satgas Covid-19 dan mahasiswa FK Unusa untuk membuat hand sanitizer. “Yang terpenting itu bisa memenuhi kebutuhan hand sanitizer yang ada di Unusa terlebih dahulu,” bebernya.

Namun langkah itu tidak menutup kemungkinan hand sanitizer yang dibuat mahasiswa bisa didistribusikan ke sekolah atau masjid dan musalah disekitar Unusa. “Selama kebutuhan di internal sudah dipenuhi dan jika lebih efisien untuk dilanjutkan,” ungkap Jazidie. sar/hum

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry