Ketua DPC PDI Kota Malang, yang juga Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika (paling kiri) saat meninjau vaksinasi massal yang digelar DPC PDI Kota Malang.

MALANG | duta.co – Guna berkontribusi penuh membendung sebaran virus corona, DPC PDI Kota Malang menggelar vaksinasi massal. Dengan memprioritaskan simpatisan dan konstituen yang belum tersentuh teknologi atau gagap teknologi (gaptek), vaksinasi ini pendaftarannya lewat pendataan langsung.

Menurut Ketua DPC PDI Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, bahwa vaksin ini dari Dr Ahmad Basarah Ketua DPP PDI yang sekaligus anggota MPR RI. Kota Malang sendiri mendapat kuota tiga ribu vaksin. 1500 untuk tahap pertama dan sejumlah yang sama untuk tahap dua

“Dilaksanakan mulai kemarin sampai hari ini (Senin (20/09)) untuk tahap pertama dan dua puluh delapan hari lagi untuk tahap kedua,” ungkap Made Riandiana, saat meninjau vaksinasi.

Lebih lanjut pria yang juga Ketua DPRD Kota Malang ini menyampaikan, bahwa vaksinasi ini menyasar khusus warga internal PDI. Dimulai dari Pengurus PAC, DPP non Fraksi, dan Ranting hingga anak Ranting untuk merekrut seluruh pengurus dan keluarganya.

“Termasuk juga seluruh konstituen PDI Perjuangan,” tuturnya.

Seribu lima ratus dosis vaksin ini disebarkan ke lima dapil, lima kelurahan dan hampir empat ratusan RW.

Vaksinasi massal ini baru pertama yang digelar oleh DPC PDI, namun sebagai Dewan dan Fraksi telah menyalurkan konstituen ke Puskesmas dan sentra vaksin yang ada di Kota Malang.

Sengaja pihak PDI Kota Malang tidak membuka pendaftaran secara terbuka, namun langsung pendataan manual ke konstituen. Karena jika warga partai ini diikutkan pendaftaran Online, dikhawatirkan mereka tersingkir dengan keterbatasannya.

“Kami sengaja menyisir yang belum tersentuh teknologi, bagi yang sudah melek teknologi sudah terjaring di kampus-kampus,” ujarnya.

Ketua Dewan mengakui, di kota Malang vaksinasi di tahap pertama sudah bagus, lantaran telah mencapai 600 ribu. Sayangnya di tahap kedua terkendala stok yang kurang memadai.

Berkaca dari pengalaman tersebut, tidak semua kuota PDI Kota Malang gunakan. Dengan merangkul RSIA Mardi Waloejo Rampal (Mawar), 1.500 dosis vaksin dititipkan di sana,

Dijelaskan pula oleh Made Riandiana, pihak PDI sengaja tidak menitipkan vaksin tersebut ke Dinkes Kota Malang, lantaran khawatir malah merepotkan. Apalagi jika kemudian Dinas ini kedatangan ribuan vaksin dari Pusat.

“RSIA Mawar memback up penuh, dengan menurunkan 16 vaksinator, empat diantaranya dari tenaga Puskemas setempat,” ujarnya.

Maka dapat dikatakan, setiap kegiatan vaksin partai berlambang banteng ini dapat dipastikan melibatkan Dinas Kesehatan dalam hal ini puskesmas. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry