PANJALU : Sarasehan Budaya bertempat di Pendopo Kabupaten Kediri (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Bertempat di Pendopo Kabupaten Kediri, Kamis (18/03), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar acara sarasehan budaya dihadiri Bupati Kediri, H. Hanindhito Himawan Pramana, perwakilan seniman, budayawan dan penggiat seni. Pembahasan penting, pemberian nama untuk Pendopo, selanjutnya akan dijadikan pusat pemerintahan dan tempat bekerja orang nomor satu di Kabupaten Kediri.

Dalam sambutannya, Ir. Adi Suwignyo .M.Si memberikan apresiasi kepada para seniman, budayawan dan penggiat seni seiring pemerintahan di bawah kepemimpinan Mas Bup, berkeinginan merawat dan melestarikan budaya. “Alhamdullilah telah berkumpul kemudian dibentuk tim untuk dibuat Dewan Kebudayaan dan Kesenian usai digelar sarasehan budaya. Kemudian terdapat proses panjang, saat kami dipanggil Bupati untuk memberikan nama untuk Pendopo,” ucap Adi Suwignyo dikonfirmasi usai acara

Adapun hasil dari digelarnya sarasehan tersebut, setelah melalui sejumlah argument para seniman dan budayawan, akhirnya disepakati nama Panjalu Jayati. “Memang telah disepakati namanya Panjalu Jayati, rencananya akan diresmikan bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Kediri,” jelasnya. Mas Bup pun turut mendengarkan saat sejumlah undangan yang hadir memaparkan nama untuk Pendopo.

Panjalu Jayati Wujud Persatuan

PANJALU : Sarasehan Budaya bertempat di Pendopo Kabupaten Kediri (Nanang .P Basuki/duta.co)

Awalnya terdapat delapan nama, kemudian berkerucut menjadi empat, yaitu Kameswara, Pendapa Acalapati, Samarawijaya dan Panjalu Jayati. Imam Mubarok, selaku budayawan menyampaikan ada hal yang unik pada Pendopo Kabupaten Kediri daripada Pendopo lainnya se – Nusantara.

“Hanya Pendopo Kabupaten Kediri yang menghadap ke barat, yang lainnya menghadap ke selatan. Apakah mungkin senden dengan Gunung Kelud dan melihat Sungai Brantas. Namun sesuai slogan pemerintahan Mas Dhito untuk mewujudkan Kediri Menang seperti di era Perang Baratayuda, lebih tepat jika bernama Panjalu Jayati. Karena identik bersatunya Kerajaan Jenggala dan Panjalu,’ jelasnya.

Panjalu Jayati dijelaskan Khusnul Arif, ditunjuk sebagai Ketua Tim Perumus Dewan Kebudayaan dan Kesenian Kabupaten Kediri (DK4) mengandung makna ‘Kerajaan Panjalu Berjaya’. “Panjalu Jayati adalah slogan yang terukir melintang pada bagian atas Prasasti Hantang. Panjalu Jayati juga mempunyai artian luas merupakan program untuk membawa kejayaan dari berbagai aspek bidang di wilayah Panjalu. Prasarti Hantang juga merupakan prasasti pertama yang diterbitkan oleh Sri Maharaja Mapanji Jayabaya pada tahun 1057 saka (1135 Masehi),” jelasnya.

Terkait telah disepakati nama Pendopo tersebut, Mas Bup dalam sarasehan tersebut akan meminta Dinas Pendidikan untuk terlibat dalam hal regenerasi dan memberikan waktu khusus untuk menggenal budaya. “Nanti kami akan bicarakan dengan Bapak Sujud Winarko, Kepala Dinas Pendidikan agar seni dan budaya harus masuk di dunia Pendidikan. Termasuk kami telah mempersiapkan gedung kesenian berada di Desa Menang,” ucap Mas Bup.

Harapan lainnya disampaikan, bahwa Kabupaten Kediri akan menjadi pusat literasi apalagi Unesco telah menetapkan Kisah Raden Panji. “Terkait potensi dan merawat cagar budaya akan kami lakukan, termasuk melakukan pendataan. Kami juga berkeinginan bahwa Kabupaten Kediri menjadi pusat literasi, semuanya akan kami fasilitasi. Yang pasti terkait kegiatan seni dan budaya, saya mendukung. Namun untuk kapan bisa diijinkan pertunjukan saya mohon waktu dua tiga minggu ini,” ungkap Mas Bup. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry