
KEDIRI | duta.co – Mengandung makna penting, inilah yang tersirat dalam Sarasehan Bareng Anggota DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi yang berlangsung di gedung Local Education Center Kediri, Jalan Penanggungan Kediri Kota, Minggu pagi (24/5/2026).
Dalam acara tersebut, melibatkan Takmir musala dan masjid se- Kita Kediri yang dinilai mempunyai peran penting sebagai filter kerawanan sosial dengan memberdayakan fungsi rumah ibadah bukan hanya untuk ritual, melainkan sebagai pusat pembinaan moral, penyelesaian masalah umat, dan pilar jaminan kesejahteraan sosial.
” Dalam momen Sarasehan ini kami bersinergi dengan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PDM Kota Kediri, dengan mengundang 70 Takmir Masjid maupun Musala. Dimana, para Takmir ini memiliki peran penting dalam memfilter kerawanan sosial ” kata Pak Lek Imam, sapaan akrab Imam Wihdan Zarkasyi, anggota DPRD Kota Kediri, di sela-sela acara.
Politiisi partai Golkar yang menjabat Ketua Fraksi Golkar dan Ketua Komisi A DPRD Kota Kediiri ini mencontohkan, strategi takmir dalam menangkal kerawanan sosial di lingkungan masyarakat meliputi ragam hal.
Pertama, Pemberdayaan Ekonomi Umat, yakni Mengelola dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) untuk memberikan bantuan modal usaha, santunan anak yatim, dan program pengentasan kemiskinan bagi warga sekitar.
Kedua, Pusat Pendidikan dan Karakter: Mengadakan kajian rutin dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) untuk membentengi generasi muda dari kenakalan remaja, radikalisme, dan degradasi moral.
Ketiga, wadah Jaminan Sosial dengan Mendorong masjid menjadi lumbung sosial yang siap mendistribusikan bantuan darurat dan pangan bagi warga yang sedang mengalami kesulitan atau krisis ekonomi
Keempat, Penyelesaian Konflik Komunitas, hingga menjadi ruang mediasi yang netral dan dipercaya untuk meredam ketegangan atau konflik antarwarga guna menjaga kerukunan.
“Harapanya, Sarasehan semacam ini menjadi awal dan secara berkala akan bisa diselenggarakan. Hal ini, menginggat pentingnya peran Takmir Masjid dan Musala dalam kehidupan masyarakat secara umum” tutup Pak Lek Imam.(bud)








































