Yayuk Siti Khodijah Santriwati asal Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Muhibbin, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban terpilih menjadi juara umum dalam grand final Duta Santri Nasional 2021.

TUBAN | duta.co – Berawal dari mengikuti webinar kiat untuk mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri dan tantangan (challenge) kepada seluruh peserta webinar untuk mendaftarkan diri ikut pemilihan duta santri. Santriwati asal Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Muhibbin, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Yayuk Siti Khodijah berhasil terpilih menjadi juara umum dalam grand final Duta Santri Nasional 2021

“Salah satu pemateri webinar kiat untuk mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri ternyata mantan finalis duta santri nasional tahun 2016, dan saat itu beliau memberikan challenge kepada peserta untuk itu pemilihan duta santri. Dan Alhamdulillah akhirnya terpilih menjadi salah satu peserta Duta Santri Nasional 2021,” terang Yayuk, Jumat (22/10/2021).

Terpilihnya Yayuk Siti Khodijah dalam  grand final ajang Duta Santri Nasional 2021 yang digelar di Graha Sabha Pramana UGM Kamis (21/10/2021) malam, setelah sebelumnya santriwati asal Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban menyisihkan 1.379 peserta diajang tersebut.

Yayuk menceritakan setelah ikut mendaftar dirinya mendapatkan email yang isinya bertuliskan untuk melengkapi berkas-berkas. Seperti KTP, CV dan sertifikat kejuaraan, surat rekom dari pesantren/lembaga, foto diri.

“Ternyata setelah daftar ada email masuk untuk melengkapi data diri, termasuk melengkapi persyarakat seperti , essai, dan video singkat tentang tujuan motivasi ikut duta santri,” jelasnya.

Sebelum mendaftar santriwati yang menguasai empat bahasa ini menyampaikan keinginanya untuk daftar Duta Santri Nasional kepada pengurus Pondok Pesantren Al Muhibbin dan ternyata dirinya mendapatkan dukungan.

Informasi yang diterima duta dari Yayuk Siti Khodijah pendaftar Duta Santri Nasional mencapai hampir 3000, dari hasil seleksi panitia terdapat 1379 peserta yang berhasil mengumpulkan berkas.

Dari 1.379 peserta itu diambil 140 peserta untuk maju tahap wawancara. Dari 140 dipilah lagi jadi 70 yang kemudian masuk tahap pitching projects. Dari 70 disortir lagi jadi 28 peserta yang kemudian masuk tahapan karantina dan semifinal. Dari 28 peserta tadi lalu diambil lagi 14 peserta yang lanjut pada babak final.

“Saya sempat merasa insecure karena merasa tidak mempunyai kemampuan untuk dibangakan. Di samping itu, para finalis Duta Santri Nasional pasti banyak santri-santriwati yang hebat, cerdas, dan mahir, serta memiliki kelebihan di bidang masing-masing,” terang santriwati yang menguasai empat bahasa ini.

Alumni IAI Al Hikmah Tuban ini juga menambahkan menjadi peserta Duta Santri Nasional merupakan pengalaman berharga baginya, bahkan saat mendaftar dirinya tidak banyak berharap.

“Kalau terpilih Alhamdulillah, kalaupun tidak saya bersyukur karena saya telah mendapatkan pengalaman sedemikian berharga,” pungkas Yayuk. (sad)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry