Petugas PLN memberikan penjelasan tentang pembangkit listrik kepada santri , Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Palengaan, Pamekasan akhir pekan lalu. duta.co/istimewa

PAMEKASAN | duta.co – Para santri di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan mengisi acara Pekan Ngaji 3 dengan belajar tentang ketenagalistrikan, akhir pekan lalu.

Melalui PLN Peduli, edukasi dengan tema Sistem Ketenagalistrikan yang Cukup, Aman, dan Handal Untuk Menuju Perubahan dan Perkembangan Ekonomi Nasional itu memberikan wawasan baru bagi para santri dan pengasuh ponpes tersebut.

General Manajer PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur,  Dwi Kusnanto hadir sebagai narasumber bersama praktisi ketenagalistrikan Heru Subagiyo. Dwi Kusnanto menyampaikan materi mengenai kondisi kelistrikan di Pulau Madura.

Dikatakannya, salah satu kondisi di Madura yang menjadi perhatian adalah kondisi losses listrik yang menunjukkan angka 18.65 persen. Angka tersebut menggambarkan besaran gap yang terjadi antara daya yang disalurkan oleh PLN dengan pencatatan penjualannya.

Lebih lanjut gap yang dimaksud adalah susut penjualan. Ha; tersebut yang juga menjadi dasar pelaksanaan workshop ini diselenggarakan oleh PLN Area Pamekasan.

“Kami berharap para santri ini lebih peduli terhadap keberadaan listrik. Para santri kami harapkan bisa menularkan kepedulian terhadap listrik ke masyarakat seluas-luasnya sehingga suatu saat Madura terbebas dari susut listrik,” ujar Dwi.

Heru Subagiyo secara detail memaparkan mengenai pentingnya listrik dalam kehidupan manusia, permasalahan yang biasa timbul dalam pemanfaatan listrik, tips penggunaan dan perlakuan listrik secara baik serta keamananan dan keselamatan dalam mengoperasikan peralatan listrik.

Selain itu, peserta juga diajak untuk mengetahui gangguan pada instalasi pemanfaatan tenaga listrik, seperti apabila kualitas material standarnya rendah, pemasangan yang tidak memenuhi standar, kerusakan pada kabel, sakelar hingga IPTL yang tersiram air atau terendam air.

Lebih lanjut, pemateri menekankan keterlibatan masyarakat secara umum untuk mewujudkan terwujudnya ketenagalistrikan yang andal, aman, dan ramah lingkungan. Upaya tersebut berupa tidak bermain layang-layang di dekat jaringan, tidak membakar sampah di dekat jaringan, menggunakan listrik secara legal, serta ikut menjaga dan memelihara jarak aman/ruang bebas (ROW) pada jaringan.

Dewan Akhwan Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata Ustad Tohir yang mewakili pengasuh Ponpes KH. Abdul Hamid, menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah banyak berkontribusi pada edukasi para santri.

 “Tema “Ngaji Listrik” ini sangat memberikan bermakna,  memiliki spirit menggali edukasi kelistrikan dengan mengedepankan akhlak yang mulia yang dimiliki setiap insan manusia,” jelasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry